Artificial intelligence agent berkembang menjadi pelaku ekonomi dengan kecepatan yang melampaui perkembangan infrastruktur di sekitarnya, menurut a16z crypto. Dalam sebuah postingan terbaru, perusahaan itu memaparkan bahwa kendala utama dalam ekonomi agent sekarang bukan lagi pada kecerdasan, melainkan identitas.
Agent saat ini sudah bisa melaksanakan tugas dan memindahkan uang, namun mereka masih belum memiliki cara yang standar untuk membuktikan identitas, kewenangan, dan lainnya. Lapisan yang hilang itulah, menurut perusahaan ini, bisa dengan solusi dari blockchain.
Dalam sebuah tulisan blog terbaru, a16z mengungkapkan bahwa jumlah agent non-manusia saat ini sudah sekitar 100 banding 1 jika dibandingkan dengan pegawai manusia di sektor layanan keuangan. Tapi para agent tersebut tetap “ibaratnya belum punya akses ke layanan perbankan,”
Langganan channel YouTube kami untuk melihat para pemimpin dan jurnalis berbagi wawasan ahli
Menurut artikel tersebut, bagian yang hilang adalah lapisan identitas bersama untuk para agent. Ini bisa diibaratkan seperti SSL yang akan menstandarisasi cara mereka berkoordinasi lintas platform.
Cara-cara saat ini, menurut catatan tersebut, masih terpecah-pecah. Menurut a16z crypto,
Blog itu juga memperkenalkan solusi utama bernama “Know Your Agent” (KYA). Konsep ini diadaptasi dari Know Your Customer (KYC). Konsep ini menyerukan agar setiap agent memiliki kredensial yang ditandatangani secara kriptografi, sehingga dapat menghubungkan setiap agent dengan pihak yang diwakili, izin-izin, batasan, hingga reputasinya.
Perusahaan juga menambahkan bahwa blockchain bisa menjadi lapisan koordinasi netral bagi para agent. Blockchain menawarkan identitas yang bisa dipindahkan, wallet yang dapat diprogram, dan bukti verifikasi yang berlaku di aplikasi chat, API, maupun marketplace. Tanpa standar yang sama, a16z memperingatkan, para pedagang akan terus memblokir agent di tingkat firewall.
Ikuti kami di X untuk memperoleh berita terbaru secara langsung
a16z juga menyoroti empat kesenjangan lain di luar masalah identitas: masih adanya kontrol terpusat terhadap tata kelola AI, jalur pembayaran yang belum mendukung aktivitas transaksi antar agent dengan baik, meningkatnya biaya verifikasi keputusan mesin dalam skala besar, dan menurunnya pengawasan pengguna saat agent bekerja semakin mandiri.
Mereka menegaskan bahwa alat berbasis blockchain, tata kelola onchain, pembayaran stablecoin yang dapat diprogram, jejak audit kriptografi, dan izin yang dipenuhi dengan smart contract bisa menutup celah ini serta mendukung ekonomi agent yang lebih tepercaya.


