Cryptoharian – Pasar kripto memang baru berjalan setengah kuartal kedua 2026, tetapi perdebatan soal aset mana yang akan memimpin market mulai memanas.
Sejauh ini, Bitcoin terlihat jauh lebih unggul dibanding Ethereum, baik dari sisi aliran dana, performa harga, maupun dominasi pasar.
Bitcoin Jadi Pemimpin Utama di Q2
Setelah pasar kripto kehilangan sekitar US$ 1,5 triliun selama enam bulan terakhir akibat tekanan besar di Q4 2025 dan Q1 2026, kondisi mulai berubah pada April.
Total market cap kripto naik hampir 11 persen, dengan arus masuk dana mendekati US$ 250 miliar.
Menariknya, sekitar 85 persen dana tersebut mengalir ke Bitcoin.
Dominasi Bitcoin kini bahkan sudah menembus level 60 persen, memperlihatkan bahwa investor lebih memilih Bitcoin dibanding altcoin di tengah kondisi market yang belum sepenuhnya stabil.
Ethereum Terus Tertinggal dari Bitcoin
Kondisi tersebut juga terlihat jelas pada pair ETH/BTC.
Rasio Ethereum terhadap BTC turun sekitar 16 persen selama Q4 2025 dan Q1 2026, lalu kembali melemah sekitar 3,2 persen sepanjang awal Q2 ini.
Artinya, kekuatan pasar terus berputar ke Bitcoin, sementara Ethereum belum mampu mengejar momentum.
Baca Juga: Skandal Polymarket! Prajurit Amerika Didakwa Insider Trading
Selain itu, Bitcoin juga dianggap lebih tahan terhadap tekanan market dibanding ETH.
Pada Q1 2026 misalnya, BTC turun sekitar 22 persen, sedangkan Ethereum terkoreksi lebih dalam hingga hampir 30 persen.
Likuiditas Baru Banyak Masuk ke Bitcoin
Data DeFiLlama menunjukkan market stablecoin kembali mencetak rekor baru di atas US$ 320 miliar setelah menerima inflow hampir $5 miliar.
Biasanya, masuknya stablecoin berarti dana sedang bersiap masuk ke aset berisiko atau justru parkir sementara.
Namun melihat Bitcoin yang sudah naik sekitar 13,5 persen, pasar menilai sebagian besar likuiditas itu mengalir langsung ke BTC.
Di sisi lain, Federal Reserve juga disebut telah menyuntikkan likuiditas lebih dari US$ 12,6 miliar sepanjang bulan ini, dengan tambahan sekitar US$ 5 miliar diperkirakan segera masuk.
Kondisi ini menciptakan lingkungan market yang lebih mendukung aset berisiko seperti Bitcoin.


