Nigeria Revenue Service (NRS) telah membantah klaim yang beredar bahwa Pemerintah Federal telah memperkenalkan pajak kendaraan baru. Klaim yang menyatakan bahwa pajak kendaraan tersebut akan berlaku mulai 1 Juli 2026 telah dinyatakan palsu dan menyesatkan oleh lembaga pajak tersebut.
Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Penasihat Khusus ketua NRS sekaligus juru bicara, Dare Adekanmbi, Pemerintah Federal tidak memperkenalkan pajak kendaraan baru sebagaimana yang telah beredar.
"Perhatian Nigeria Revenue Service (NRS) telah tertuju pada pesan infografis viral yang mengklaim bahwa Pemerintah Federal telah memperkenalkan pajak kendaraan baru untuk semua kendaraan terdaftar yang berlaku mulai 1 Juli 2026," katanya.
Zacch Adedeji, Ketua Eksekutif Federal Inland Revenue Service (FIRS)
Klaim yang disebarkan melalui infografis tersebut juga mengarahkan pemilik kendaraan pribadi, komersial, dan korporat untuk membayar pajak (pungutan) melalui tautan yang dilampirkan, termasuk platform online lain dan bank.
Menegaskan soal tautan palsu tersebut, NRS menyebutkan bahwa postingan tersebut mengarahkan publik ke http://www.firs.gov.ng untuk informasi lebih lanjut, padahal situs web resminya adalah http://www.nrs.gov.ng.
"Pesan tersebut, yang dihiasi logo Pemerintah Federal untuk memberikan kesan keaslian, menyarankan pemilik kendaraan untuk melakukan pembayaran secara online atau di bank dan lembaga yang disetujui," tambah Adekambi.
Ia lebih lanjut menegaskan bahwa tidak ada informasi semacam itu yang berasal dari lembaga tersebut atau otoritas pemerintah federal mana pun.
Logo NRS
Baca Juga: NRS menyatakan PPN 7,5% hanya berlaku untuk biaya layanan transfer bank.
Modus terbaru yang digunakan penipu untuk menjebak warga Nigeria yang tidak curiga merupakan bagian dari modus operandi yang sudah dikenal dan sering digunakan untuk mencuri data biometrik atau melakukan penipuan keuangan.
Untuk melindungi warga Nigeria, NRS menyarankan warga Nigeria agar hanya mengandalkan saluran resmi yang terverifikasi (situs web dan platform media sosial) untuk mendapatkan informasi yang tidak dibuat-buat. NRS menambahkan bahwa materi viral tersebut merupakan upaya untuk merendahkan upaya Pemerintah Federal, khususnya dalam kebijakan pajak baru.
"Oleh karena itu, warga disarankan untuk mengabaikan pesan palsu yang dirancang untuk menyesatkan publik dan sebagai gantinya mengandalkan saluran resmi pemerintah untuk informasi mengenai kebijakan pemerintah," tambah Adekambi.
Sebagai bagian dari fase baru administrasi perpajakan, lembaga tersebut baru-baru ini mengumumkan rencana peluncuran platform pembayaran pajak digital baru yang diberi nama Rev360. NRS mencatat bahwa platform tersebut bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan pengalaman wajib pajak di seluruh Nigeria.
Platform baru ini juga diharapkan menghadirkan ekosistem yang lebih canggih dan cerdas yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan wajib pajak dan perekonomian yang terus berkembang. Peluncuran Rev360 akan dimulai dengan Wajib Pajak Menengah dan Berkembang sebagai fase pertama implementasi setelah pilot yang sukses.
Platform tersebut dijadwalkan untuk diluncurkan pada Kamis, 30 April 2026.


