CEO United Airlines Scott Kirby secara resmi mengonfirmasi pada Senin bahwa ia mendekati American Airlines mengenai kemungkinan merger — dan bahwa American menolaknya.
United Airlines Holdings, Inc., UAL
Kirby mengatakan ia menghubungi pihak American karena ia percaya bahwa maskapai gabungan dapat bersaing lebih efektif melawan maskapai asing, yang saat ini mengoperasikan lebih dari separuh seluruh kursi penerbangan jarak jauh ke Amerika Serikat.
Ia menambahkan bahwa ia telah berbagi visinya dengan pemerintahan Trump lebih awal tahun ini, dengan harapan argumen untuk memiliki maskapai global AS yang lebih kuat akan mendapat perhatian dari para regulator.
Namun CEO American, Robert Isom, tidak setuju. Dalam panggilan pasca-laporan keuangan pada Kamis lalu, Isom memberi tahu para investor bahwa gagasan penggabungan dua maskapai terbesar AS itu bersifat "anticompetitive," seraya menambahkan bahwa semua pihak yang telah memberikan pendapat merasakan hal yang sama.
Dengan adanya penolakan dari American maupun Gedung Putih, Kirby mengakui bahwa kesepakatan ini sudah gagal — setidaknya untuk saat ini.
Ia mencatat bahwa tanpa mitra yang bersedia, sebuah kesepakatan sebesar ini tidak dapat dilanjutkan.
American tidak merespons permintaan komentar atas pernyataan Kirby pada Senin tersebut.
Berita merger ini muncul saat kedua maskapai sedang menghadapi prospek laba yang lebih lemah.
United memangkas panduan laba setahun penuhnya pekan lalu, kini memperkirakan laba sebesar $7 hingga $11 per saham. Harga bahan bakar jet yang lebih tinggi, didorong oleh lonjakan harga minyak mentah yang terkait dengan konflik AS-Iran, disebut sebagai faktor utama.
American juga memangkas panduan setahun penuhnya, kini memperkirakan kerugian hingga 40 sen per saham — serupa dengan kerugian yang dicatatnya pada kuartal pertama.
Saham UAL naik tipis 0,1% menjadi $93,10 pada perdagangan awal Senin, namun masih turun 17% sejak awal tahun.
AAL naik sekitar 0,3% menjadi $12,14, meskipun masih turun lebih dari 20% sejak Januari.
Kirby mengatakan ia masih percaya bahwa gabungan United dan American akan lolos dari pengawasan regulasi, dengan menunjuk pada manfaat bagi pelanggan dan komunitas. Ia mengakui bahwa divestasi di beberapa pasar domestik akan diperlukan.
Untuk saat ini, kedua maskapai melanjutkan langkah masing-masing secara terpisah — dengan prospek laba yang lebih ketat dan tanpa merger di cakrawala.
The post United Airlines (UAL) and American Airlines (AAL) Merger Talks Collapse appeared first on CoinCentral.
