W3.io telah resmi beroperasi di Avalanche dengan platform yang dibangun untuk masalah yang baru mulai dihadapi oleh keuangan enterprise secara serius: agen AI kini dapat memindahkan uang lebih cepat daripada yang dapat dipantau oleh sistem kontrol lama.
Perusahaan yang berbasis di New York ini menyatakan platformnya sudah memproses lebih dari 200.000 alur kerja per hari di lima vertikal enterprise. Produk ini dirancang untuk memungkinkan perusahaan membangun, mengotomatiskan, dan mengatur alur kerja keuangan di atas jalur aset digital dalam satu hari, alih-alih menghabiskan berbulan-bulan untuk menyatukan alat kepatuhan, penyedia kustodi, sistem pembayaran, dan infrastruktur penyelesaian.
Avalanche Foundation telah melakukan investasi strategis di W3.io untuk mendukung peluncuran ini. Syarat-syaratnya tidak diungkapkan.
Proposisinya cukup langsung. Keuangan enterprise semakin terotomatisasi, dengan agen AI yang mampu mengeksekusi pembayaran, menyeimbangkan kembali posisi, dan memindahkan modal dengan intervensi manusia yang lebih sedikit. Namun sebagian besar sistem tata kelola internal dibangun untuk alur kerja statis, bukan agen perangkat lunak yang membuat keputusan keuangan dengan cepat. Hal itu menciptakan masalah kontrol. W3.io ingin mengisi celah tersebut.
Pemilihan Avalanche bukan tanpa alasan. Jaringan ini telah menghabiskan beberapa tahun terakhir untuk membangun profil yang lebih institusional, dengan aktivitas di seluruh enterprise, sektor publik, dan infrastruktur pasar keuangan. Ekosistemnya mencakup integrasi yang terhubung dengan nama-nama keuangan besar seperti BlackRock, JPMorgan, Citi, KKR, Apollo, dan Franklin Templeton.
W3.io menyatakan platformnya mengagregasi layanan modular termasuk pembayaran, kustodi, kepatuhan, dan penyelesaian ke dalam alur kerja yang terpadu. Mitra terhubung sekali, lalu tersedia di seluruh jaringan.
Bagi Chief Investment Officer Avalanche Foundation, Matias Antonio, investasi ini mencerminkan taruhan pada keuangan berbasis agen sebagai pergeseran yang akan datang dalam pergerakan uang. Ujian selanjutnya bukan tentang konsepnya, melainkan apakah institusi-institusi besar siap membiarkan alur kerja otomatis berjalan lebih dekat ke modal produksi.
]]>