Ripple kembali melakukan pelepasan rutin 1 miliar XRP dari escrow pada 1 Mei 2026, dengan nilai mencapai sekitar $1,38 miliar. Di saat yang sama, pernyataan tegas dari CTO emeritus Ripple, David Schwartz, justru menjadi sorotan utama.
Dikutip BeInCrypto, ia membantah keras adanya mekanisme tersembunyi yang bisa “mengatur” harga XRP, membuat pasar kembali mempertanyakan apa sebenarnya yang menggerakkan harga aset ini.
Pelepasan 1 miliar XRP ini merupakan bagian dari mekanisme bulanan yang telah berjalan sejak 2017. Tujuannya adalah menjaga transparansi suplai sekaligus mencegah lonjakan distribusi yang bisa memicu kepanikan pasar.
Menariknya, secara historis sekitar 70%–80% dari jumlah tersebut biasanya dikunci kembali ke dalam escrow baru. Artinya, hanya sekitar 200–300 juta XRP yang benar-benar masuk ke pasar dalam setiap siklus.
Karena pola ini sudah bisa diprediksi, sebagian besar trader telah memasukkan faktor ini ke dalam analisis mereka, sehingga dampaknya terhadap harga cenderung terbatas.
Tim Research Tokocrypto mengatakan mekanisme escrow Ripple merupakan salah satu contoh transparansi suplai yang jarang ditemukan di proyek kripto lain. Mereka melihat bahwa sistem ini membantu menjaga stabilitas pasar dengan menghindari distribusi besar secara tiba-tiba.
Namun, mereka juga menekankan bahwa dalam jangka panjang, faktor utama yang akan menentukan harga XRP tetaplah adopsi dan utilitas, bukan sekadar pengaturan suplai. Tanpa peningkatan penggunaan nyata, efek dari manajemen suplai akan tetap terbatas.
Baca juga: XRP Jadi Sorotan di Jepang, Potensi Akses ke 44 Juta User Rakuten
David Schwartz secara tegas membantah anggapan bahwa Ripple memiliki “tombol rahasia” untuk menaikkan harga XRP. Ia menyebut bahwa narasi tersebut sudah tidak relevan, terutama setelah bertahun-tahun perusahaan beroperasi secara transparan di bawah pengawasan regulasi.
Menurutnya, jika memang ada peluang kecil saja XRP bisa mencapai harga ekstrem seperti $10.000, maka investor besar sudah akan mendorong harga jauh lebih tinggi sejak sekarang. Fakta bahwa hal itu tidak terjadi menjadi bukti bahwa harga XRP ditentukan oleh mekanisme pasar, bukan manipulasi internal.
Schwartz juga menegaskan bahwa masa depan XRP bergantung pada adopsi nyata, seperti penggunaan dalam pembayaran lintas negara, DeFi, dan aplikasi dunia nyata lainnya.
Ia bahkan menyinggung ide pembakaran besar-besaran token (burn) sebagai langkah yang tidak efektif, merujuk pada kasus Stellar yang tidak memberikan dampak jangka panjang terhadap harga meskipun melakukan burn dalam jumlah besar.
Pelepasan 1 miliar XRP oleh Ripple mungkin terlihat besar, namun dampaknya terhadap pasar relatif terkendali berkat mekanisme escrow yang sudah terstruktur.
Di sisi lain, pernyataan dari CTO Ripple menjadi pengingat penting bahwa harga kripto tidak ditentukan oleh “trik” tersembunyi, melainkan oleh adopsi, permintaan, dan kepercayaan pasar. Dalam jangka panjang, arah XRP akan sangat bergantung pada seberapa luas penggunaannya di dunia nyata.
Baca juga: Rakuten Hadirkan Aplikasi Pembayaran Baru Untuk Dukung Crypto
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post Ripple Lepas XRP Rp22 Triliun, Tapi CTO Bongkar Fakta Mengejutkan appeared first on Tokocrypto News.


