Para holder Bitcoin (BTC) mulai panik ketika harga turun di bawah US$80.000. Namun, dua veteran kripto menyebut penurunan ini adalah peluang beli, bukan sinyal puncak harga.
Mantan pimpinan BitMEX, Arthur Hayes, dan investor awal Bitcoin, Davinci Jeremie, sama-sama mengimbau para pengikutnya untuk tetap berinvestasi. Mereka menyebut aksi jual ini sebagai shakeout paksa akibat tekanan ekonomi makro.
Hayes menilai, lonjakan yield Treasury 10 tahun akan memaksa Presiden Donald Trump untuk segera mengamankan kesepakatan dagang dengan Cina. Tanpa kesepakatan ini, dia memperingatkan bahwa pasar TradFi bisa ambruk.
Memang, yield Treasury 10 tahun sedang meroket, usai rilis CPI panas dan PPI mengejutkan yang membuat pasar ketakutan pada hari Selasa dan Rabu.
Sementara itu, data BeInCrypto menunjukkan BTC di US$79.525, turun 1,34% dalam 24 jam terakhir. Harga ini berada 37% di bawah rekor Oktober 2025 yang mencapai US$126.080.
Penurunan ini mengikuti kenaikan yield serta memanasnya tensi tarif antara Washington dan Beijing.
Mantan pimpinan BitMEX ini sebelumnya juga sudah memperingatkan soal potensi penurunan ke US$70.000 sebelum pulih kembali. Menurut strategi jangka panjangnya, Bitcoin berpotensi kembali ke US$250.000 setelah The Fed berbalik ke kebijakan quantitative easing.
Di sisi lain, Colin Basco, kuantitatif strategi Deribit Prime Trading, menyatakan kepada BeInCrypto bahwa US$80.000 adalah level kunci yang harus diperhatikan.
Ia menambahkan, arus ETF perlu terus menyerap suplai, bukan hanya muncul saat harga turun.
Senada, Davinci Jeremie juga mementahkan ketakutan di pasar, dengan menekankan bahwa ia telah melihat skenario shakeout serupa lima kali sejak 2011.
Jeremie mengisahkan, ia pernah membeli Bitcoin mendekati US$2 ketika harga US$32 saat itu dianggap sebagai puncak siklus. Menurutnya, penjual panik biasanya malah menyesal setelah beberapa minggu berlalu.
Tiga belas tahun lalu, sang YouTuber sempat mengunggah video yang kini menjadi salah satu ajakan beli Bitcoin paling terkenal.
Pada masa video itu diunggah, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$116. Sejak saat itu, aset kripto pionir ini telah naik lebih dari 68.000%, yang berarti investasi US$1 kini bernilai sekitar US$682.
Trader bisa memilih sependapat dengan Hayes atau Jeremie, namun semua tetap bergantung pada perkembangan negosiasi dagang.


