Chainlink (LINK) berhasil meraih posisi teratas dalam dua peringkat utama aset dunia nyata (RWA), meskipun Figure Heloc saat ini memegang kapitalisasi pasar token terbesar di sektor ini.
Kepemimpinan ganda ini terjadi bersamaan dengan pasar tokenisasi RWA secara keseluruhan yang melampaui US$12 miliar pada Maret 2026, sementara para analis menandai adanya peluang breakout yang bisa membawa LINK naik lebih dari 170%.
Data dari Santiment menempatkan Chainlink di posisi teratas di antara aset yang diberi tag RWA, dengan kapitalisasi pasar US$7,68 miliar dan volume 24 jam sebesar US$680,9 juta.
Stellar (XLM) menempati posisi kedua dengan US$5,48 miliar, diikuti oleh Avalanche (AVAX) di angka US$4,32 miliar. Hedera (HBAR), Tether Gold (XAUt), dan Ondo (ONDO) melengkapi jajaran peringkat teratas.
CoinGecko menampilkan data yang sedikit berbeda. Figure Heloc (FIGR_HELOC), yakni aset home equity line of credit yang ditokenisasi dari Figure Markets, menempati urutan pertama dengan kapitalisasi pasar US$18,36 miliar. LINK tercatat di posisi kedua sebesar US$7,71 miliar, sedangkan Stellar ada di urutan ketiga.
Kedua peringkat tersebut mengonfirmasi bahwa Chainlink tetap memimpin secara struktural dalam infrastruktur aset yang ditokenisasi. Fidelity International meluncurkan dana tokenisasi FILQ berbasis Chainlink pada bulan ini. Sementara itu, DTCC juga mulai mengintegrasikan standar Chainlink ke dalam Collateral AppChain mereka.
Data terpisah dari RR2capital memperlihatkan pertumbuhan jumlah holder RWA di berbagai blockchain utama sejak awal tahun 2026. BNB Chain unggul dengan pertumbuhan 567,4%, diikuti Base sebesar 84,5%, Solana berada di 73%, dan Stellar sebesar 66,7%. Ethereum dan Arbitrum mencatat kenaikan masing-masing 47,8% dan 35,8%.
Polygon bertambah sebesar 10,1% dan Avalanche tumbuh 0,6%, sementara Plume dan HyperEVM mencatat penurunan sebesar 5,1% dan 9,8%. Distribusi RWA sekarang jelas meluas di luar Ethereum.
Pengguna X, Richard Seiler, menyampaikan narasi RWA masih memiliki peluang berkembang.
LINK diperdagangkan di kisaran US$10,16, naik 6,3% selama 7 hari terakhir, dengan kapitalisasi pasar US$7,4 miliar. Trader WhaleFactor menyoroti adanya pola breakout pada time frame harian, di mana garis resistance menurun selama beberapa bulan terakhir telah tertembus dan saat ini terjadi retest.
Pola ini sangat bergantung pada support horizontal US$9 yang harus tetap bertahan meski ada potensi koreksi. Jika level tersebut tertembus, maka area US$7,20 akan menjadi pertahanan berikutnya sebelum struktur bullish dinyatakan tidak valid.
Apakah LINK akan mencapai target tersebut sangat tergantung pada arus modal institusi yang masuk ke infrastruktur RWA. Beberapa pekan ke depan akan menunjukkan apakah keunggulan peringkat Chainlink bakal tercermin dalam pergerakan harga seperti yang diprediksi para analis.


