Bit Digital (BTBT) melaporkan rugi bersih kuartal I 2026 sebesar US$146,7 juta. Kerugian terbesar berasal dari mark-to-market atas kepemilikan aset digitalnya yang mencapai US$121,1 juta.
Perusahaan aset strategis yang fokus pada Ethereum (ETH) ini bergabung dengan semakin banyak perusahaan aset kripto lain yang mencatatkan kerugian kuartal I makin dalam.
Pendapatan Bit Digital turun 13,6% secara kuartalan menjadi US$27,9 juta. Penurunan pendapatan dari layanan cloud, staking ETH, dan mining aset digital turut berkontribusi ke hasil ini.
Pendapatan staking ETH turun 29,4% menjadi US$2,3 juta akibat harga ETH yang lebih rendah. Perusahaan memindahkan sekitar 70.000 ETH ke liquid-staked ETH demi menambah fleksibilitas treasury.
Pada akhir kuartal, Bit Digital menyimpan sekitar 155.444 ETH. Rata-rata harga akuisisi ETH perusahaan sebesar US$3.045, jauh di atas harga penutupan ETH di US$2.104 pada 31 Maret.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara real-time
Perusahaan dengan treasury aset digital melaporkan kerugian meluas pada kuartal lalu. Sharplink (SBET), pemegang ETH korporasi terbesar kedua, mencatat rugi bersih kuartal I sebesar US$685,6 juta. Kerugian belum terealisasi sebesar US$506,7 juta dan impairment LsETH sebesar US$191,7 juta menyebabkan kenaikan rugi bersih tersebut.
Sebelumnya, BitMine Immersion Technologies (BMNR), pemegang ETH korporasi terbesar, melaporkan rugi US$3,8 miliar pada kuartal yang berakhir 28 Februari 2026.
Bukan hanya treasury ETH, perusahaan kripto lain juga melaporkan hasil serupa. Forward Industries (FWDI) mengumumkan kerugian US$585,6 juta akibat penurunan nilai Solana (SOL). Upexi (UPXI) juga mencatat rugi bersih US$109,3 juta.
Strategy (MSTR), pemegang Bitcoin korporasi terbesar (BTC), mencatat rugi kuartal I sebesar US$12,54 miliar akibat penurunan nilai BTC mark-to-market. Kerugian-kerugian ini terjadi karena harga aset kripto melemah secara keseluruhan.
Subscribe ke channel YouTube kami untuk menyimak pandangan ahli dari para pemimpin dan jurnalis


