BitcoinWorld
Dana Kekayaan Negara Bhutan Membantah Klaim Penjualan Bitcoin
Druk Holding and Investments (DHI), dana kekayaan negara Bhutan, secara terbuka telah membantah spekulasi terkini bahwa mereka telah aktif menjual kepemilikan Bitcoin-nya. Dalam pernyataan langsung kepada CoinDesk, CEO DHI Ujjwal Deep Dahal menyatakan bahwa ia tidak dapat mengingat kapan terakhir kali dana tersebut menjual Bitcoin, secara langsung menantang laporan dari perusahaan analitik blockchain Arkham Intelligence.
Kontroversi ini bermula ketika Arkham Intelligence menandai pergerakan on-chain yang mengindikasikan bahwa pemerintah Bhutan telah memindahkan atau menjual Bitcoin senilai lebih dari $200 juta sejak awal tahun. Arkham selanjutnya memproyeksikan bahwa, berdasarkan kecepatan transaksi yang diamati, pemerintah dapat melikuidasi seluruh posisi Bitcoin-nya pada bulan Oktober. Klaim-klaim ini memicu diskusi luas di komunitas kripto mengenai motivasi dan strategi keuangan kerajaan Himalaya tersebut.
Penyangkalan CEO Dahal memberikan sudut pandang penting yang berlawanan dengan data on-chain. Ia menegaskan bahwa DHI bukan merupakan penjual aktif aset digitalnya, sehingga menyisakan pertanyaan apakah transaksi yang teramati merupakan transfer internal, penyesuaian kustodial, atau aktivitas non-penjualan lainnya. Bhutan, sebuah negara yang dikenal dengan indeks Kebahagiaan Nasional Bruto yang unik, merupakan pengadopsi awal yang relatif tenang dalam penambangan Bitcoin, memanfaatkan sumber daya tenaga air yang melimpah. DHI mengelola portofolio yang mencakup aset tradisional dan alokasi kripto yang signifikan, sebuah strategi yang tidak umum di antara dana kekayaan negara.
Perbedaan antara pemerintah yang menjual Bitcoin-nya dan sekadar memindahkannya antar dompet adalah hal yang signifikan. Penjualan besar-besaran oleh pemerintah secara nyata dapat memberikan tekanan ke bawah pada harga Bitcoin dan mengisyaratkan kurangnya kepercayaan institusional. Penyangkalan DHI membantu menstabilkan sentimen pasar dengan menghilangkan potensi narasi tekanan penjualan berdaulat. Bagi para investor dan analis, peristiwa ini menyoroti tantangan berkelanjutan dalam menafsirkan data on-chain, di mana pergerakan dompet tidak selalu sama dengan penjualan di pasar.
Meskipun data Arkham mengindikasikan pola yang jelas berupa transfer Bitcoin dalam jumlah besar dari dompet yang terkait dengan Bhutan, pimpinan DHI secara tegas membantah bahwa pergerakan tersebut merupakan penjualan. Situasi ini menggarisbawahi kurangnya transparansi kepemilikan kripto yang dipegang pemerintah dan sulitnya mengukur pasokan pasar secara akurat hanya dari data blockchain publik. Pasar kini akan memantau klarifikasi lebih lanjut dari DHI atau bukti on-chain tambahan yang dapat menyelesaikan ketidaksesuaian ini.
Q1: Apakah Bhutan menjual Bitcoin-nya atau tidak?
Menurut CEO DHI Ujjwal Deep Dahal, dana tersebut tidak menjual Bitcoin-nya. Namun, data blockchain dari Arkham Intelligence menunjukkan pergerakan BTC yang signifikan dari dompet yang terhubung dengan pemerintah Bhutan. Ketidaksesuaian ini mungkin disebabkan oleh transfer internal atau perubahan kustodial, yang bukan merupakan penjualan.
Q2: Mengapa berita ini penting bagi investor Bitcoin?
Jika sebuah dana kekayaan negara menjual posisi besar, hal itu dapat mengindikasikan hilangnya kepercayaan terhadap Bitcoin sebagai aset jangka panjang dan berpotensi mendorong harga turun. Penyangkalan DHI menghilangkan sentimen negatif utama dari pasar, yang menunjukkan bahwa kelebihan pasokan yang dikhawatirkan oleh sebagian trader mungkin tidak akan terwujud.
Q3: Berapa banyak Bitcoin yang dimiliki Bhutan?
Jumlah pasti kepemilikan Bitcoin Bhutan tidak diungkapkan secara publik. Analisis Arkham mengindikasikan bahwa pemerintah memegang posisi yang substansial, tetapi DHI belum mengonfirmasi total jumlahnya. Estimasi dari data on-chain sebelum pergerakan terkini menempatkan nilainya dalam ratusan juta dolar.
Postingan ini Bhutan's Sovereign Wealth Fund Dismisses Claims of Bitcoin Sell-Off pertama kali muncul di BitcoinWorld.


