Bitcoin Depot, yang dulunya menjadi operator ATM Bitcoin terbesar di AS, mengajukan perlindungan kebangkrutan Chapter 11 pada hari Senin dan langsung menonaktifkan seluruh jaringan kiosknya.
Pengajuan tersebut masuk ke Pengadilan Kebangkrutan AS untuk Wilayah Selatan Texas. Entitas asal Kanada akan bergabung dalam proses di AS, sedangkan unit luar negeri lainnya akan dihentikan sesuai hukum yang berlaku di masing-masing negara.
CEO Alex Holmes menyoroti perubahan regulasi yang kini menjadi tidak bersahabat bagi operator ATM Bitcoin (BTM). Beberapa negara bagian menetapkan batas transaksi, aturan kepatuhan yang makin ketat, hingga melakukan pelarangan langsung di banyak yurisdiksi.
Indiana menjadi negara bagian pertama yang melarang kios ATM Bitcoin pada bulan Maret, diikuti oleh Tennessee dan Minnesota, menurut AARP. Bitcoin Depot juga menghadapi tuntutan hukum dari jaksa agung di Massachusetts dan Iowa. Connecticut juga menangguhkan lisensi operasional Bitcoin Depot pada bulan Maret.
Di sisi lain, Federal Bureau of Investigation (FBI) mencatat 13.460 aduan penipuan terkait crypto-kiosk pada tahun 2025, dengan total kerugian yang dilaporkan senilai US$389 juta. Angka ini naik 58% dibanding tahun sebelumnya.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara real-time
Pengajuan kebangkrutan ini terjadi setelah perusahaan mengumumkan bahwa mereka tidak dapat menyerahkan laporan triwulanan 10-Q kepada regulator tepat waktu. Hasil kuartal I 2026 anjlok drastis jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan turun sebesar US$80,7 juta atau 49,2% secara tahunan, setelah volume transaksi menyusut karena dampak regulasi dan pemeriksaan kepatuhan yang makin ketat.
Laba kotor ambruk hingga 85,5%, menjadi US$4,5 juta dari US$31,2 juta. Cadangan kas menyusut dari US$65,6 juta di bulan Desember menjadi US$44,0 juta pada bulan Maret, dan perusahaan menanggung lebih dari US$20 juta gugatan hukum selama kuartal IV 2025.
Runtuhnya Bitcoin Depot bisa menjadi penanda apakah operator besar lainnya mampu bertahan di bawah tekanan yang serupa.
Langganan channel YouTube kami untuk menyaksikan pemimpin industri dan jurnalis berbagi wawasan ahli
