Saham Salesforce diperdagangkan di US$177,51 setelah laporan pendapatan Q1 FY27 mencatatkan pendapatan yang melampaui ekspektasi, disertai pembelian kembali sahSaham Salesforce diperdagangkan di US$177,51 setelah laporan pendapatan Q1 FY27 mencatatkan pendapatan yang melampaui ekspektasi, disertai pembelian kembali sah

Salesforce Pinjam US$25 Miliar untuk Buyback Saham Sendiri, Wall Street Khawatir

2026/05/28 23:00
durasi baca 6 menit
Untuk memberikan masukan atau menyampaikan kekhawatiran terkait konten ini, silakan hubungi kami di [email protected]

Saham Salesforce diperdagangkan di US$177,51 setelah laporan pendapatan Q1 FY27 mencatatkan pendapatan yang melampaui ekspektasi, disertai pembelian kembali saham senilai US$25 miliar dengan pendanaan utang. Pasar kini menimbang, apakah momentum AI bisa menutupi penurunan proyeksi arus kas bebas.

Barclays telah memangkas target harga sahamnya sebesar 6,3% menjadi US$236, sementara Jefferies bertahan di US$250. Harga saham kini sedang menguji garis tren atas dari pola channel menurun yang telah terbentuk sejak Januari. Aktivitas pada pasar opsi didominasi posisi bearish.

Kenaikan Pendapatan Q1 Memvalidasi Peralihan ke AI

Salesforce melaporkan pendapatan kuartal pertama sebesar US$11,1 miliar, naik 13% dibanding tahun sebelumnya. Laba per saham (EPS) disesuaikan mencapai US$3,88, mengalahkan perkiraan sebesar US$3,12. EPS mengukur laba yang dibagikan ke setiap lembar saham beredar. Margin operasional disesuaikan mencapai 34,8%.

Semua angka utama berhasil melampaui perkiraan. Hal ini membuktikan keberhasilan manajemen dalam melakukan transisi dari lisensi berbasis kursi lama.

Ingin dapat wawasan seperti ini? Daftar Newsletter Harian Editor Harsh Notariya di sini.

Pendapatan berulang tahunan (ARR) Agentforce dan Data 360 meningkat menjadi US$3,4 miliar, naik lebih dari 200% secara tahunan. ARR merupakan pendapatan langganan yang diharapkan Salesforce terima setiap tahun dari kontrak yang ada saat ini. Pertumbuhan ini menandakan pelanggan semakin meningkatkan penggunaan AI.

Faktor Bullish UtamaFaktor Bullish Utama: X

Para pelanggan telah menggunakan 3,8 miliar Agentic Work Units (AWUs) hingga saat ini di Agentforce dan Slack. AWU mengukur aksi AI otonom yang dijalankan untuk pelanggan, bukan jumlah lisensi perangkat lunak yang dijual. Metode pengukuran ini penting karena Salesforce kini mengubah skema pembayaran pelanggan, dari berdasarkan jumlah kursi menjadi berdasarkan hasil.

Pendapatan berulang tahunan (ARR) Sektor Publik melampaui US$2 miliar, tumbuh 23% YoY. Slack Model Context Protocol mencapai 1 juta pengguna aktif hanya dalam enam minggu setelah peluncuran. Dua data ini menunjukkan Salesforce punya banyak pilar pertumbuhan di luar bisnis inti CRM lawas.

Meski pendapatan AI naik pesat, langkah paling agresif pada kuartal ini justru ada di sisi keuangan, bukan operasional. Perubahan inilah yang mengalihkan fokus Wall Street dari pendapatan ke neraca keuangan.

Aksi Utang US$25 Miliar Picu Kewaspadaan Wall Street

Salesforce meminjam US$25 miliar untuk membeli kembali saham perusahaannya sendiri dalam satu aksi besar. Pembelian cepat dalam jumlah besar seperti ini dikenal sebagai accelerated share repurchase (ASR).

Semakin sedikit saham di pasar, maka setiap lembar saham yang tersisa memperoleh porsi kepemilikan perusahaan yang lebih besar. Secara matematis, hal ini mendorong kenaikan laba per saham meski laba perusahaan tetap. Jika digabungkan dengan dividen, Salesforce telah mengembalikan US$27,5 miliar ke pemegang saham hanya di kuartal ini saja.

Masalah utamanya ada pada utang tersebut. Kini Salesforce harus membayar bunga atas utang US$25 miliar itu setiap kuartal. Uang tersebut tak lagi bisa digunakan untuk pengembangan produk, dividen, atau pembelian kembali di masa depan. Beban bunga kuartalan melonjak dari US$68 juta menjadi US$317 juta, nyaris lima kali lipat dibandingkan tahun lalu. Tambahan US$249 juta ini menjadi beban permanen pada arus kas perusahaan.

Skenario Bearish untuk CRMSkenario Bearish untuk CRM: X

Manajemen memangkas proyeksi pertumbuhan arus kas bebas (FCF) tahunan menjadi 4-5%, turun dari 9-10% di kuartal sebelumnya. FCF adalah kas yang dihasilkan perusahaan setelah biaya operasional dan belanja modal. Laju pertumbuhannya mencerminkan seberapa cepat jumlah kas tersebut bertambah setiap tahun. Pertumbuhan FCF yang melambat artinya Salesforce punya ruang lebih kecil untuk pembelian kembali saham, pembayaran dividen, ataupun aksi M&A strategis di masa depan. Inilah yang membuat para analis khawatir.

Barclays pun merespons dengan menurunkan target harga saham Salesforce menjadi US$236 dari US$252 namun tetap mempertahankan rating beli. Jefferies tetap mempertahankan target harga di US$250. Penurunan ini mencerminkan kekhawatiran pada aksi pembelian kembali saham dengan utang, bukan perubahan pandangan atas potensi AI.

Target AnalisTarget Analis: TipRanks

Skenario bearish juga berdampak ke pertumbuhan organik. Bisnis SaaS lama yang kini bernama Agentforce Apps hanya tumbuh 7% (dengan mata uang konstan). Jika tidak memperhitungkan kontribusi Informatica sebesar US$444 juta, pertumbuhan organik hanya sekitar 8,7%.

Tanpa akuisisi Informatica, bisnis inti perusahaan nyaris tidak tumbuh. Hal ini membuat janji manajemen tentang percepatan pertumbuhan di akhir tahun ini semakin diragukan.

Pasar Opsi CRM Dipenuhi Taruhan Bearish

Pasar opsi menegaskan kehati-hatian analis terhadap harga saham Salesforce. Rasio volume put-call CRM lebih dari dua kali lipat, naik dari 0,33 pada 18 Mei menjadi 0,76 pada 27 Mei. Rasio ini membandingkan jumlah trading put yang bersifat bearish dengan trading call yang bersifat bullish.

Bacaan mendekati 0,76 berarti para trader membeli sekitar tiga put untuk setiap empat call. Ini menunjukkan perubahan sentimen yang tajam dari kondisi pada 18 Mei.

Open Interest, yaitu jumlah total kontrak opsi yang belum diselesaikan, juga naik menjadi 0,77 di sisi put. Perubahan dari lindung nilai ringan menjadi akumulasi put yang lebih besar menandakan institusi sedang membeli perlindungan di sisi penurunan harga. Trader profesional tidak ikut mengejar reli pelepasan tekanan.

Rasio Put-Call CRMRasio Put-Call CRM: Barchart

Para analis juga mempertanyakan apakah AWU sudah mulai menggantikan kursi Sales Cloud dan Service Cloud tradisional saat perpanjangan kontrak. Risiko kanibalisasi ini memang belum muncul di laporan angka, namun sudah mendorong posisi bearish. Kekhawatirannya adalah, AI yang mendorong pertumbuhan Salesforce justru secara diam-diam bisa menggerus lini pendapatan legacy terbesar mereka, yaitu bisnis Sales Cloud dan Service Cloud. Sentimen bearish ini juga nampak pada grafik teknikal.

Volume penjualan saham Salesforce meningkat sejak 19 Mei. Bar merah terbesar dalam sebulan terakhir muncul tepat sebelum hari reaksi laporan keuangan. Ini menandakan terjadi distribusi, bukan akumulasi, ketika harga mendekati resistance.

Profil volume sesuai dengan posisi put-call. Kedua data ini sama-sama menunjuk pada pelaku jual yang masuk saat harga mendekati puncak channel.

Channel dan Volume SalesforceChannel dan Volume Salesforce: TradingView

Channel turun sudah bertahan sejak Januari. Garis tren atas kini sedang diuji sementara pasokan meningkat ke level tersebut. Dengan tekanan jual yang lebih besar bertemu resistance, pergerakan keluar channel berikutnya menjadi keputusan trading utama untuk bulan Juni.

Analisis Harga Saham Salesforce Ungkap Level Penting untuk Juni

Saham Salesforce sudah lima bulan terakhir bergerak di dalam channel turun. Titik terendah lokal terbaru di US$164,59 pada awal Mei menimbulkan reli pelampiasan. Reli ini kini sudah menguji garis tren atas channel di US$183,80.

Exponential moving average (EMA) 20-hari di US$178,35 menjadi level terdekat yang harus direbut kembali oleh harga. EMA ini meratakan pergerakan harga dengan memberi bobot lebih besar pada hari-hari terakhir. Jika tidak mampu bertahan di atas EMA 20-hari, harga bisa jatuh ke US$168,83, lalu US$153,63.

EMA 50-hari ada di US$183,42 yang juga bertepatan dengan area resistance channel. Penutupan harian di atas zona US$183 akan membuat struktur harga menjadi netral. Target berikutnya adalah US$193,40 dan EMA 100-hari di US$195,97.

Analisis Harga Salesforce (CRM)Analisis Harga Salesforce (CRM): TradingView

Skenario bearish mengindikasikan potensi penurunan sebesar 13,22% dari level saat ini ke US$153,63 jika channel turun bertahan dan harga tidak segera kembali di atas EMA. Namun, trader perlu memperhatikan apakah EMA 20-hari berhasil direbut kembali dan apakah channel US$183 bisa ditembus untuk konfirmasi arah bullish pada sesi berikutnya.

Strategi AI: Dukungan 24/7

Strategi AI: Dukungan 24/7Strategi AI: Dukungan 24/7

Hasilkan strategi otomatis menggunakan bahasa alami

Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.

Bukan Ahli Grafik? Tetap Untung

Bukan Ahli Grafik? Tetap UntungBukan Ahli Grafik? Tetap Untung

Salin trader top dalam 3 detik dengan auto dagang!