Saham Nu Holdings (NU) diperdagangkan di $13,13, turun sekitar 30% dari level tertinggi baru-baru ini dan sekitar 23% sejak awal tahun. Meski demikian, kinerja bisnis yang mendasarinya menunjukkan cerita yang berbeda.
Nu Holdings Ltd., NU
Bank digital ini kini melayani 135 juta pelanggan di Brasil, Meksiko, dan Kolombia. Skala tersebut hanya bisa diimpikan oleh sebagian besar platform keuangan, dan hal itu tercermin dalam pertumbuhan laba yang nyata.
Laba bersih mencapai $3,2 miliar dalam dua belas bulan terakhir, naik 41% year over year. Tingkat pertumbuhan tersebut melampaui pertumbuhan laba kotor sebesar 27%, yang mengindikasikan leverage operasional mulai bekerja seiring basis biaya yang relatif tetap sementara pendapatan terus meningkat.
Pendapatan per pelanggan aktif juga meningkat tajam. Pada tahun 2020, angka tersebut berada di $3. Pada kuartal terakhir, angka itu mencapai $16. Peningkatan monetisasi semacam itu sangat berarti ketika Anda memiliki 135 juta pengguna.
Brasil adalah pasar Nu yang paling matang. Dengan hampir 100 juta pelanggan aktif di negara berpenduduk 213 juta jiwa, pertumbuhan di sana bukan lagi soal menambah pengguna baru. Sebaliknya, Nu terus menambahkan produk-produk baru — pinjaman, tabungan, asuransi — untuk menghasilkan lebih banyak dari setiap pelanggan yang sudah ada.
Meksiko menunjukkan gambaran yang berbeda. Nu memiliki 15 juta pelanggan di sana, dari total populasi 133 juta jiwa. Potensi pertumbuhan masih sangat besar, dan manajemen telah mencatat kemajuan pesat dalam akuisisi pelanggan maupun monetisasi di pasar tersebut.
Kolombia masih kecil dalam hal pendapatan, namun aktif dan terus berkembang.
Saham ini terjebak dalam rotasi yang lebih luas menjauhi nama-nama non-AI. Investor yang mengejar tema kecerdasan buatan telah menarik likuiditas dari saham fintech dan perbankan, yang membantu menjelaskan kesenjangan antara hasil operasional Nu dan kinerja harga sahamnya.
Nu telah mengonfirmasi rencananya untuk memasuki pasar AS sebagai geografi keempatnya. Manajemen belum merilis detail spesifik, namun pendekatannya diperkirakan akan menyasar pelanggan berpenghasilan rendah dan populasi Latino di negara tersebut — segmen di mana Nu telah membangun strateginya di tempat lain.
Detail kuncinya adalah anggaran. Nu berencana mengalokasikan hanya sebagian kecil dari pengeluaran operasional tahunannya untuk peluncuran di AS. Jika upaya tersebut tidak berhasil, dampak finansialnya terbatas. Jika berhasil, potensi kenaikannya bisa setara dengan skala segmen Brasilnya.
Itulah taruhannya. Risiko penurunan yang terkendali, potensi kenaikan yang besar.
Dengan kapitalisasi pasar sekitar $64 miliar dan laba bersih yang tumbuh sekitar 41% per tahun, saham ini diperdagangkan dengan diskon relatif terhadap tingkat pertumbuhannya. Jika laba bertumbuh menuju $10 miliar dalam beberapa tahun ke depan, harga saat ini bisa terlihat rendah di kemudian hari.
Para analis saat ini mencatat empat faktor positif utama seputar pertumbuhan, nilai, dan tren laba Nu, dibandingkan hanya dua risiko yang perlu diperhatikan.
The post Nu Holdings (NU) Stock: Down 30% — Is This a Buying Opportunity? appeared first on CoinCentral.


