Harga Brent crude (BRENT) saat ini bergerak di kisaran US$94 setelah mengalami pantulan dari batas bawah channel naik, meskipun sebelumnya sempat anjlok sekitarHarga Brent crude (BRENT) saat ini bergerak di kisaran US$94 setelah mengalami pantulan dari batas bawah channel naik, meskipun sebelumnya sempat anjlok sekitar

Mengapa 3 CEO Energi Bilang Harga Minyak Mentah Brent Bisa Tembus US$150 dalam Beberapa Minggu

2026/06/02 01:00
durasi baca 4 menit
Untuk memberikan masukan atau menyampaikan kekhawatiran terkait konten ini, silakan hubungi kami di [email protected]

Harga Brent crude (BRENT) saat ini bergerak di kisaran US$94 setelah mengalami pantulan dari batas bawah channel naik, meskipun sebelumnya sempat anjlok sekitar 20% yang oleh para trader dikaitkan dengan harapan gencatan senjata di Iran.

Pantulan ini terjadi tepat ketika tiga eksekutif teratas perusahaan minyak dunia memperingatkan bahwa pasar fisik hanya berjarak beberapa hari dari tekanan suplai, yang bisa mendorong harga Brent mendekati US$150.

Crude Bertahan di Channel Saat Stok Menipis

Brent sempat turun sekitar 20% dari puncak Mei ketika para trader memperhitungkan berakhirnya gangguan di Selat Hormuz. Tapi, harga Brent crude oil tetap bertahan di garis tren bawah dari channel naik yang dipantau sejak awal Maret; sebuah struktur di mana harga melaju di antara dua garis paralel yang menanjak.

Pertahanan tersebut penting karena harga juga berhasil merebut kembali exponential moving average (EMA) 100 hari, yakni garis tren yang lebih menitikberatkan harga-harga terbaru, sehingga menandakan tren naik tetap kuat meski sempat terjadi aksi jual.

Mau dapat insight seperti ini setiap hari? Daftar Newsletter Harian Editor Harsh Notariya di sini.

Channel Crude dan EMAChannel Crude dan EMA: TradingView

Kondisi fisik pasar jadi alasan utama kenapa harga tetap bertahan. Neil Chapman, senior vice president ExxonMobil mengungkap di konferensi Bernstein bahwa pasar saat ini hanya berjarak beberapa pekan dari level stok yang sangat langka, dan ia memproyeksikan Brent bisa melesat sampai US$150 atau US$160 per barel. Menurut IEA, data menunjukkan stok minyak global turun sekitar 246 juta barel sepanjang Maret dan April.

Agar rebound berlanjut, Brent harus menembus EMA 20 hari yang ada di sekitar US$99. Terakhir kali Brent berhasil menembus garis ini pada 11 Mei, harga naik 9%. Sementara pada 21 April, penembusan yang sama sempat mendahului reli hingga 17%. Dengan cadangan yang makin menipis, pertanyaannya kini: apakah posisi trader mengonfirmasi pandangan bullish tersebut?

Tapi, pemicu bearish juga masih mengintai. EMA 20 hari saat ini mulai mendekati EMA 50 hari. Jika garis ini sampai berpotongan (crossover bearish), prospek harga minyak dalam waktu dekat bisa berubah melemah.

Posisi Brent Crude Berbalik Bullish Setelah Opsi Put Dibuang

Trader opsi sepertinya setuju dengan eksekutif minyak dan tak begitu khawatir soal risiko crossover bearish tadi. Rasio put-call pada United States Brent Oil Fund, metrik yang membandingkan taruhan bearish (put) dengan yang bullish (call), anjlok sejak akhir Mei.

Rasio volume turun dari 0,20 di 22 Mei menjadi sekitar 0,08. Sementara rasio open interest turun dari 0,16 ke sekitar 0,14. Rasio yang makin anjlok bersamaan dengan harga yang naik mengindikasikan taruhan bearish terlikuidasi, bukan digulirkan, sehingga posisi pasar saat ini sangat condong ke sisi bullish.

Rasio Put-Call Brent CrudeRasio Put-Call Brent Crude: Barchart

Pembuangan opsi put itu selaras dengan ucapan CEO Chevron Mike Wirth, yang menyatakan pasar fisik sebenarnya tak terpengaruh isu negosiasi damai.

Ia memperingatkan bahwa stok minyak mentah dan produk sudah makin menipis di seluruh dunia, dengan bulan Juni dan Juli jadi periode krusial. Wirth juga menyoroti bahwa stok distilat di AS ada di posisi terendah sejak 2003, dan sebagian pasar Asia sudah mulai melakukan pembatasan.

Dengan arus opsi yang kini berpihak ke sisi bullish, grafik harga pun telah menetapkan target berikutnya.

Level Harga Brent Crude Oil Mengarah ke Zona US$150

Setup harga ini memberi sinyal tersembunyi. Antara 10 Maret sampai 29 Mei, Brent sempat mencetak higher low, sementara relative strength index (RSI) — indikator momentum yang mengukur kecepatan pergerakan harga dalam skala nol sampai seratus — justru mencetak lower low. Divergensi bullish tersembunyi seperti ini seringkali mendahului pantulan harga, dan pada Maret lalu sinyal serupa sempat memicu reli sekitar 33%.

RSI Brent dan ReboundRSI Brent dan Rebound: TradingView

Jika diukur dari ayunan harga 17 April, target jadi jelas. Brent perlu menembus US$96 terlebih dahulu. Setelah itu, jika harga mampu melampaui US$101, maka Brent bakal di atas semua moving average utama. Jika pergerakan 33% terulang, harga bisa naik ke area level Fibonacci ekstensi 1.0 di US$119 — titik di mana kenaikan sebelumnya seolah diproyeksikan penuh ke depan.

Setelah melewati US$119, siklus kenaikan akan terbuka, dengan ekstensi 1,618 di US$137 dan 2,618 di US$167. Zona US$150 yang diwaspadai Exxon berada di antara kedua level tersebut.

Peringatan ini benar adanya. Death Cross yang bearish masih menghantui, dan kegagalan untuk merebut kembali level US$99 membuat harga tetap terjebak di area bawah channel. CEO ADNOC (Abu Dhabi National Oil Company) Sultan al-Jaber mengingatkan bahwa aliran penuh jalur Hormuz mungkin belum akan pulih sebelum tahun 2027. Hal ini berarti sebuah kesepakatan pun tidak akan segera memulihkan pasokan.

Analisis Harga Minyak BrentAnalisis Harga Minyak Brent | Sumber: TradingView

Untuk saat ini, level US$101 menjadi pembatas antara pergerakan naik menuju US$119 dan zona US$150, dengan kemungkinan penurunan kembali ke garis tren bawah channel.

Peluang Pasar
Logo INI
Harga INI(INI)
$0.01536
$0.01536$0.01536
+4.20%
USD
Grafik Harga Live INI (INI)

Launchpad SPACEX(PRE)

Launchpad SPACEX(PRE)Launchpad SPACEX(PRE)

Daftar untuk kesempatan undian gratis

Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.

Saham (Beta) Kini Tersedia

Saham (Beta) Kini TersediaSaham (Beta) Kini Tersedia

Dagang ekuitas AS riil via broker teregulasi