Otoritas Jasa Keuangan Inggris (FCA) memperingatkan klub-klub Premier League bahwa kerja sama sponsor dengan perusahaan aset kripto yang tidak berizin bisa membawa risiko hukum, pencucian uang, dan kerugian reputasi.
Peringatan dari regulator ini, yang juga menyoroti kekhawatiran terkait kerja sama yang sudah ada, muncul 8 hari sebelum Piala Dunia 2026, saat perhatian dunia pada sepak bola sedang memuncak.
Perusahaan aset kripto menghabiskan rekor £130 juta (US$170 juta) untuk sponsorship Premier League musim lalu, menurut Bloomberg. Empat belas dari 20 klub memiliki mitra aset kripto atau blockchain, naik dari delapan klub setahun sebelumnya.
Manchester City menjadi klub dengan pendapatan komersial tertinggi, menghasilkan €408 juta (US$474 juta) di tahun 2025, bahkan melebihi pendapatan dari siaran. Masuknya dana ini menutup kekurangan akibat aturan judi yang lebih ketat dan memicu peningkatan kerja sama asset kripto di berbagai klub.
Piala Dunia 2026 akan dimulai pada 11 Juni di Mexico City, menurut FIFA. Turnamen ini memberikan eksposur besar bagi sponsor, sehingga klub dan mitranya bisa menjangkau jutaan penggemar internasional.
FCA menyatakan beberapa perusahaan tidak berizin mungkin melanggar aturan promosi keuangan dengan memanfaatkan identitas klub untuk menjangkau para penggemar. Otoritas sudah menghubungi klub yang ditemukan bermasalah dan menyatakan akan menindak bila diperlukan.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terkini secara langsung
Stephanie Peacock, menteri olahraga, menyatakan bahwa pemasukan sponsor memang penting, tetapi penggemar berhak mendapatkan mitra yang bertanggung jawab dan aman.
Beberapa kerja sama kini sedang diawasi, termasuk mitra sleeve Manchester City. Regulator menyoroti aturan pemasaran kripto di Inggris yang mewajibkan promosi hanya dari pihak berizin untuk melindungi konsumen.
FCA mengatakan penggemar yang menggunakan perusahaan tidak terdaftar berisiko kehilangan seluruh uangnya dan tidak memiliki akses ke skema kompensasi.
Tidak seperti penyedia yang berizin, perusahaan-perusahaan tersebut tidak mendapat perlindungan Ombudsman Keuangan ataupun perlindungan kompensasi.
Logo di baju hanya menandakan pembayaran sponsor, bukan jaminan keamanan.
Otoritas pengawas ini sudah menyediakan daftar peringatan FCA yang dapat diperiksa perusahaan. Pertumbuhan sponsorship kripto di dunia olahraga menunjukkan ketegangan antara pendapatan dan perlindungan akan terus berlangsung.
Dengan pembukaan Piala Dunia FIFA 2026 tinggal beberapa hari lagi, beberapa pekan ke depan bisa mengungkap apakah klub akan mengurangi kerja sama sponsornya atau tetap mempertahankan pendapatan yang sudah mulai jadi andalan mereka.
Langganan channel YouTube kami untuk menyaksikan pemimpin dan jurnalis memberikan wawasan dari para ahli
