Dengan pasar aset kripto yang terus melemah dan harga yang anjlok selama beberapa bulan terakhir, kepercayaan pada aset kripto pun makin menurun, terutama dari pengguna yang baru masuk ke dunia ini sekitar setahun yang lalu.
Tapi, meski banyak kabar negatif, aset kripto tidak benar-benar menghilang. Aset kripto kini hanya sudah bukan lagi menjadi topik paling seru. CIO Bitwise, Matt Hougan, menjelaskannya secara sederhana dalam memo mingguan pekan ini:
Bitcoin turun 21% tahun ini, sedangkan Ethereum, Solana, dan XRP masing-masing jatuh 33%, 37%, dan 31%. Pasar kehilangan momentum karena para investor beralih ke saham AI, perusahaan robotik, dan nama-nama perusahaan swasta, termasuk SpaceX.
Anthropic mengajukan IPO dengan valuasi sekitar US$965 miliar pada 1 Juni, sedangkan Alphabet mengumumkan rencana pendanaan infrastruktur AI senilai US$80 miliar bersama Berkshire Hathaway yang berpartisipasi dengan US$10 miliar. SpaceX meluncurkan roadshow Nasdaq minggu ini, menargetkan valuasi sebesar US$1,765 triliun.
Bersama-sama, listing ini menarik dana institusional sehingga aset kripto kesulitan untuk menyainginya.
NVIDIA meroket hampir 1.500% sejak ChatGPT diperkenalkan ke publik pada akhir 2022, dan kini saham terkait AI berkontribusi 45% dari total valuasi S&P 500. Jika dibandingkan dengan itu, performa aset kripto belakangan ini terasa sulit dipertahankan di mata institusi.
Kemudian guncangan geopolitik turut terjadi. Serangan militer AS ke situs pertahanan udara Iran di dekat Selat Hormuz pada akhir Mei diikuti oleh balasan Iran, termasuk serangan misil ke Kuwait dan serangan ke Bandara Internasional Kuwait pada 3 Juni.
Harga minyak melonjak. Imbal hasil Treasury meningkat. Selera risiko pun runtuh.
Produk investasi aset kripto mencatat arus keluar sebesar US$1,67 miliar hanya dalam seminggu lalu, menjadi penarikan mingguan terbesar kedua tahun 2026, sehingga total penarikan selama tiga minggu terakhir mencapai US$4,21 miliar dan mendorong total dana kelolaan turun menjadi US$141 miliar, terendah sejak awal April.
Catatan dari Hougan menyoroti hal yang benar, yang sering dilewatkan komentar pasar pada umumnya, yaitu pelemahan ini tidak terjadi merata di semua lini.
Hougan pun menambahkan: “Investor masih percaya pada aset kripto, tapi sekarang karena menjadi taruhan kontra-arus, mereka lebih memilih fundamental daripada sekadar vibe.”
Kondisi struktural pada aset kripto juga masih tetap kuat di balik hiruk-pikuk. Infrastruktur stablecoin kini telah diintegrasikan ke jaringan global Mastercard dan sistem penggajian Deel.
CLARITY Act memiliki peluang lolos sekitar 50% hingga 55%, menurut Galaxy dan Polymarket. Exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot masih menyimpan lebih dari US$94 miliar aset meski terjadi arus keluar.
Aset kripto pada Juni 2026 adalah investasi untuk modal sabar di situasi di mana kesabaran atau keyakinan belum mendapat imbalan yang layak. Tapi dalam sejarah, saat-saat seperti inilah yang seringkali membuka peluang jika dilihat beberapa tahun ke depan.