Seorang mantan pejabat senior CIA diduga telah merekayasa sebuah program intelijen rahasia tingkat tinggi untuk mengalihkan dana pemerintah ke dalam bentuk emas, menurut sejumlah pihak yang mengetahui penyelidikan federal tersebut.
David J. Rush, yang didakwa mencuri uang negara, membangun “special access program” palsu yang menurut jaksa telah menyalurkan jutaan US$ dan berakhir dengan 303 batang emas yang ia simpan di rumahnya.
Rush bekerja di Directorate of Science and Technology CIA dan membangun apa yang dikenal sebagai special access program, yaitu proyek kotak hitam yang sangat terbatas sampai-sampai petugas yang memiliki izin pun tetap harus mendapat otorisasi khusus untuk mengetahui isinya.
Ia diduga “memberitahu” dua rekannya yang kemungkinan tidak menyadari telah dijadikan kaki tangan, lalu menggunakan kontrak palsu untuk menyalurkan dana ke program tersebut.
Proyek palsu ini berpura-pura sebagai program kelangsungan pemerintahan, yaitu perencanaan darurat agar Washington tetap berjalan pasca bencana.
Rush kabarnya menggunakan kedok tersebut untuk membujuk kontraktor pertahanan agar membeli emas dalam jumlah besar.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan update berita terbaru secara langsung
Penggerebekan pada 18 Mei di rumah Rush di Virginia menemukan 303 batang emas bernilai sekitar US$40 juta, uang tunai sebanyak US$2 juta, dan 35 jam tangan mewah, menurut afidavit pemerintah.
Berkas perkara tertanggal 20 Mei juga menyebutkan bahwa ia berbohong tentang gelar dari Clemson, gelar master dari Rensselaer, dan riwayat sebagai pilot Angkatan Laut, serta menerima pembayaran cuti militer sebanyak US$77.000 setelah keluar dari Angkatan Laut pada 2015.
FBI tidak menemukan bukti bahwa ia pernah belajar di kedua universitas tersebut. Direktur CIA John Ratcliffe melaporkan kasus ini usai peninjauan internal, dan beberapa pejabat sekarang sedang dalam masa cuti.
Penyitaan ini terjadi di tengah tingginya permintaan emas sebagai penyimpan nilai, dengan bank sentral menyimpan emas hampir ke rekor tertinggi.
Kondisi ini kembali memunculkan perdebatan antara BTC dan emas, serta klaim baru bahwa Bitcoin adalah emas digital.
Para investor juga mempertimbangkan Bitcoin dibanding emas sebagai aset lindung nilai.
Namun, emas fisik sebenarnya meninggalkan jejak administrasi yang jelas, sehingga memicu pertanyaan bagaimana aksi pencurian ini bisa luput dari pengawasan.
Pada sidang penahanan 5 Juni di Alexandria, Virginia, Hakim Magistrat William Fitzpatrick memutuskan untuk tetap menahan Rush karena dianggap berisiko melarikan diri.
Jaksa Gavin Tisdale menyebut Rush sebagai “manipulator ulung” dan mengatakan bukti yang ada saat ini hanyalah “sebagian kecil” dari temuan para penyelidik.
Tuduhan tunggal ini mungkin hanyalah langkah awal. Dengan bukti yang disegel dan beberapa pejabat dinonaktifkan sementara, minggu-minggu mendatang akan menunjukkan apakah kasus ini hanya penipuan seorang individu atau indikasi kerusakan lebih besar pada sistem pengawasan CIA.
