Jagat pasar kripto diguncang kepanikan massal setelah raksasa korporasi MicroStrategy secara mengejutkan melanggar sumpah sucinya sendiri dengan menjual aset Bitcoin (BTC) untuk pertama kali sejak Desember 2022.
Langkah kontroversial ini langsung memicu alarm bahaya dari lembaga riset finansial global, Grayscale, yang memperingatkan adanya keretakan fatal dalam sistem utang (leverage) perusahaan yang selama ini menjadi penopang utama harga Bitcoin di pasar global.
Dilaporkan BeInCrypto, guna meredam kepanikan pasar dan gelombang kritik yang kian brutal, Pendiri sekaligus Mantan CEO MicroStrategy, Michael Saylor, langsung merilis sebuah kerangka teologis baru yang membagi komunitas Bitcoin menjadi empat “suku” atau ideologi.
Langkah diplomatis ini dinilai banyak analis sebagai tameng taktis untuk membenarkan tindakan korporasinya dan mengaburkan fakta bahwa neraca keuangan MicroStrategy saat ini sedang dalam tekanan akibat penurunan harga pasar.
Dalam manifesto terbarunya, Michael Saylor memetakan para pemegang Bitcoin ke dalam empat faksi besar demi meredam perselisihan internal. Kendati demikian, Saylor secara tegas memperingatkan bahaya ekstremisme yang melekat pada masing-masing kelompok jika bergerak tanpa kendali:
Saylor menegaskan bahwa jalan keluar terbaik dari konflik ideologi ini adalah ekspansi yang disiplin dengan menjaga agar perubahan pada lapisan dasar Bitcoin tetap jarang dilakukan. “Lapisan dasar harus diperlakukan sebagai infrastruktur suci,” tulis Saylor, memosisikan model akumulasi modal MicroStrategy sebagai penengah moral yang bertanggung jawab di tengah tudingan miring para kritikus.
Baca Juga: MicroStrategy Jual Bitcoin untuk Pertama Kalinya sejak 2022
Aroma kepanikan internal semakin menyengat setelah CEO MicroStrategy saat ini, Phong Le, melontarkan serangan balik yang agresif terhadap publik. Menanggapi gelombang protes yang meluas, Phong Le secara sepihak mengecap bahwa sekitar 80% dari pengkritik perusahaan mereka hanyalah “pembenci abadi” (perpetual haters) yang sengaja menyerang demi mencari panggung dan perhatian semata.
Tim Research Tokocrypto menjelasakan sikap defensif tingkat tinggi dari jajaran eksekutif ini terkuak bukan tanpa alasan. Berdasarkan dokumen pelaporan resmi dari otoritas sekuritas (SEC), MicroStrategy terbukti telah melikuidasi sebanyak 32 unit BTC dalam rentang waktu antara tanggal 26 hingga 31 Mei.
“Penjualan ini dilakukan secara mendesak demi menutup pembayaran dividen saham preferen yang jatuh tempo pada 30 Juni mendatang,” ungkapnya.
Meski volume penjualan tersebut tergolong sangat kecil—hanya berkisar 0,004% dari total cadangan masif mereka yang mencapai 843.706 BTC—langkah ini meruntuhkan doktrin never-sell (tidak akan pernah menjual) yang selama ini diagung-agungkan komunitas maksimalis Bitcoin. MicroStrategy diketahui terpaksa menjual aset tersebut di harga rata-rata $77.135 per koin, angka yang sangat mepet dengan harga modal pembelian mereka sebesar $75.699 per koin, demi menjaga arus kas pembayaran dividen tetap mengalir.
Tekanan terberat bagi kubu Saylor justru datang dari sesama raksasa institusi. Kepala Riset Grayscale, Zach Pandl, secara terbuka meniup peluit bahaya dengan menyatakan bahwa aksi jual tersebut mengonfirmasi kekhawatiran akut atas rapuhnya model akumulasi Bitcoin berbasis utang (leveraged accumulation model) yang diterapkan MicroStrategy selama ini.
“MicroStrategy menjual Bitcoin mereka, dan seluruh struktur pasar langsung bergetar. Penjualan ini membuktikan adanya tekanan hebat pada model utang mereka, dan ini adalah sinyal bahaya yang nyata bagi masa depan BTC,” tegas Zach Pandl dalam catatan risetnya.
Kondisi keuangan saat ini dilaporkan mulai mencekik posisi MicroStrategy. Saham preferen berkode STRC milik perusahaan dilaporkan anjlok drastis ke kisaran $95, berada jauh di bawah nilai paritasnya sebesar $100, meskipun manajemen bersikeras mempertahankan tingkat dividen bulanan di angka 11,5%. Jika pelemahan harga saham preferen ini terus berlanjut, MicroStrategy dipastikan akan dipaksa melakukan aksi jual Bitcoin lanjutan secara masif.
Kondisi kian mengerikan karena harga pasar Bitcoin saat ini ambruk ke kisaran $61.900, jauh di bawah harga rata-rata pembelian MicroStrategy ($75.699), yang berarti portofolio raksasa mereka kini dalam posisi merugi besar di atas kertas (underwater). Dengan saham MSTR yang sudah hancur sekitar 65% sepanjang tahun lalu, pasar kini bersiap menghadapi skenario terburuk jika sang paus terbesar terpaksa melakukan likuidasi massal.
Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post Strategi Baru Michael Saylor? Prinsip Never Sell BTC Tak Lagi Absolut appeared first on Tokocrypto News.
