CEO Kalshi, Tarek Mansour mengungkapkan kepada CNBC bahwa volume trading perpetual futures perusahaan mereka menembus US$1 miliar kurang dari satu minggu setelah peluncuran. Bitcoin perpetual (BTCPERP) mulai aktif pada 3 Juni, dan dalam 24 jam pertama saja, volume trading sudah melebihi US$100 juta.
Sebagai gambaran, kontrak event Kalshi yang merupakan inti bisnis prediksi market perusahaan ini, butuh waktu 40 bulan untuk mencapai tonggak yang sama. Volume tersebut adalah nominal (notional), yang berarti sudah termasuk leverage, namun perbandingan ini tetap relevan.
Perpetual futures (perps) adalah kontrak tanpa tanggal kedaluwarsa yang memungkinkan trader berspekulasi soal harga suatu aset tanpa perlu memiliki aset dasarnya. Kontrak ini mengikuti harga secara berkelanjutan, dengan pembayaran funding secara berkala antara holder long dan short agar harga kontrak tetap selaras dengan pasar.
Kelas aset ini menghasilkan volume global tahunan mencapai US$90 triliun, yang menjadikannya segmen terbesar dalam trading derivatif aset kripto dengan selisih yang sangat besar. Sebelum 29 Mei, tidak ada platform yang teregulasi di AS yang menyediakan layanan ini.
Trader AS yang ingin terlibat terpaksa menggunakan exchange luar negeri seperti Binance atau Bybit serta menanggung risiko lawan transaksi sekaligus risiko hukum.
namun, CFTC memberikan izin kepada Coinbase untuk menawarkan global crypto perpetual futures pada 29 Mei (pada hari yang sama Kalshi juga memperoleh persetujuan), sehingga pembukaan pasar baru ini pun langsung mengubah keadaan secara mendasar.
CFTC menyetujui Kalshi dan Coinbase menjadi perusahaan pertama di AS yang boleh menawarkan perpetual futures teregulasi CFTC. Coinbase mendapatkan izin ini lewat anak perusahaan yang terhubung ke Deribit, yakni platform opsi luar negeri yang sudah diakuisisi Coinbase senilai US$2,9 miliar.
namun, Kalshi meluncurkan produk lebih dulu dan lebih cepat. Tiga belas kontrak CFTC yang disetujui sudah aktif sejauh ini, sementara kontrak Solana, XRP, dan Dogecoin masih menunggu persetujuan regulator. Daftar tunggu sempat menembus angka lebih dari 1 juta pengguna sebelum peluncuran.
Kalshi menyebut perps sebagai produk dengan pertumbuhan tercepat sepanjang sejarahnya, dan pencapaian US$1 miliar dalam enam hari membuat klaim tersebut sulit dibantah.
Sementara itu, Coinbase juga membawa layanan perpetual futures-nya ke pasar retail AS melalui jaringan derivatif global. Kini pasar perpetual futures AS punya dua pemain teregulasi, acuan global sebesar US$90 triliun yang perlu dikejar, dan lebih dari satu juta trader yang mengantre selama berbulan-bulan untuk layanan ini serta membuktikan besarnya permintaan.
Angka yang harus diingat oleh kebanyakan trader aset kripto di AS bukanlah US$1 miliar, melainkan US$90 triliun, yaitu volume global tahunan perpetual futures yang selama enam hari terakhir belum bisa mereka akses.