Robert Kiyosaki mengatakan dia sedang mengamati emas, perak, Bitcoin (BTC), dan Ethereum (ETH) untuk melihat potensi pembalikan teknikal sebelum membeli. Ia berpendapat bahwa kondisi makroekonomi, bukan harga yang jatuh, yang menentukan apakah aset-aset keras layak di-hold atau tidak.
Logam mulia terus mengalami koreksi tajam minggu ini, dan perselisihan baru di Selat Hormuz menguji gencatan senjata AS-Iran yang baru beberapa hari berjalan. BTC dan ETH bergerak naik dalam 24 jam terakhir.
Kiyosaki membangun alasannya bukan dari grafik harga, tetapi dari situasinya. Penulis Rich Dad Poor Dad mengatakan kondisi pasar yang turun saja tidak pernah memberitahunya kapan harus membeli atau menjual.
Ia menyoroti apakah para pemimpin politik dan perbankan memperbaiki ekonomi atau justru memperburuknya. Ia pun pernah menyebut penurunan pasar sebagai peluang beli sebelumnya.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara real-time
Logam yang sedang ia incar sempat mencetak rekor sebelum terjadi koreksi. Harga emas sempat menyentuh rekor tertinggi di kisaran US$5.595 per ons pada akhir Januari, sedangkan perak menembus US$100 per ons untuk pertama kalinya.
Kedua rekor tersebut terjadi setelah harga emas hampir dua kali lipat dan harga perak naik empat kali lipat hanya dalam setahun.
Gencatan senjata minggu ini pun membuat premi aset safe haven yang sempat terangkat karena perang Februari dan ancaman di Hormuz ikut menguap.
Kiyosaki terus mendukung perak dan Bitcoin, dan mengklaim grafik saat ini menandakan potensi rebound, walaupun ia tidak menyebutkan target harga maupun waktu tertentu.
Kondisi yang digambarkan Kiyosaki masih belum stabil. Garda Revolusi Iran menyatakan menutup Selat Hormuz akibat dugaan pelanggaran gencatan senjata, serta memperingatkan kapal untuk menjauh.
Wakil Presiden JD Vance menanggapi bahwa klaim tersebut tidak didukung bukti. Vance mengatakan jalur air itu tetap terbuka, dan CENTCOM melaporkan ada 55 kapal yang mengangkut lebih dari 17 juta barel minyak melalui Hormuz pada hari Sabtu.
Jumlah itu hampir mendekati 20 juta barel per hari, atau sekitar seperlima dari kebutuhan minyak dunia, menurut EIA yang memang biasanya dibawa melewati selat tersebut.
Bitcoin bergerak di atas US$64.000, naik sekitar 1,4%, sedangkan ETH bertahan di kisaran US$1.740, di mana keduanya menguat setelah muncul perkembangan di Selat Hormuz.
Meski begitu, BTC masih sekitar 49% di bawah rekor tertingginya pada Oktober lalu di kisaran US$126.000, dan ETH masih sekitar 65% di bawah puncak Agustus, dengan BTC turun sekitar 17% dan ETH 18% selama sebulan terakhir.
Ketegangan di Hormuz sebelumnya juga ikut menurunkan harga Bitcoin, dan serangan AS terhadap Iran di tengah gencatan senjata membuat Bitcoin, emas, dan minyak bergerak dalam hitungan jam.
Dengan pertemuan AS-Iran dijadwalkan di Swiss hari Minggu, sinyal selanjutnya adalah apakah gencatan senjata akan bertahan. Bagi Kiyosaki, grafik bukan berita utama yang akan menentukan langkah investasinya berikutnya.

