Samsung Electronics dan SK Hynix sama-sama mengumumkan rencana investasi chip besar pada hari Senin di sebuah pengarahan presiden di Seoul. Tapi, pengumuman ini tidak mencegah saham mereka anjlok tajam.
Saham Samsung turun 5,3% menjadi 321.500 won dari penutupan hari Jumat di level 339.500 won. SK Hynix turun 3,4% ke 2.583.000 won dari 2.673.000 won. KOSPI ditutup di sekitar 8.258, turun dari 8.411.
Samsung Group mempersembahkan paket belanja sekitar 1.000 triliun won kepada Presiden Lee Jae-myung. SK Group pun mengikuti dengan rencana 1.000 triliun won sendiri. Keduanya mencakup pembangunan pabrik semikonduktor baru, pusat data AI, dan pengembangan klaster chip selama 10 tahun ke depan. Fortune melaporkan jumlah gabungan tersebut sekitar US$1,3 triliun.
Pasar tetap tidak terpengaruh. Bursa Korea membatalkan peluncuran produk kontrak opsi mingguan yang sebelumnya direncanakan untuk Samsung, SK Hynix, Hyundai Motor, dan LG Energy Solution. Regulator menarik produk tersebut setelah investor ritel ramai-ramai masuk ke ETF leverage ganda harian, sehingga mendorong volatilitas KOSPI ke level tertinggi sepanjang masa. Keputusan itu langsung menghilangkan salah satu alat utama bagi trader jangka pendek dan menurunkan minat spekulasi pasar.
Sentimen teknologi secara global tetap negatif. Minggu lalu, pasar Korea Selatan memicu circuit breaker dua kali karena kekhawatiran atas valuasi chip AI. Samsung dan SK Hynix mencakup sekitar 42% dari KOSPI, jadi aksi jual chip di mana saja bisa membuat pasar Seoul jatuh. Investor ritel Korea Selatan yang sebelumnya banyak meminjam selama reli harga kini harus menghadapi kerugian yang makin bertambah.
Ketegangan di Timur Tengah juga menambah tekanan. AS menyerang target militer Iran pada akhir pekan lalu. Kedua pihak lalu sepakat menghentikan serangan dan akan bertemu hari Selasa di Doha. Nikkei 225 Jepang juga melemah karena SoftBank mundur, memperpanjang koreksi setelah enam sesi rekor berturut-turut.

