Penarikan sebagian Binance dari Uni Eropa telah menjadi salah satu ujian awal terbesar bagi kerangka kerja Markets in Crypto-Assets (MiCA) UE.
Alih-alih beralih ke bursa berlisensi, sebagian besar pengguna yang terdampak dilaporkan memindahkan dana mereka ke dompet self-custody, menimbulkan pertanyaan baru tentang dampak nyata regulasi tersebut.
Saat Komisi Eropa mempersiapkan MiCA 2.0 dengan pengawasan yang lebih ketat terhadap stablecoin, peristiwa ini membentuk fase berikutnya dari lanskap regulasi kripto Eropa dan implikasinya bagi trader, bursa, dan penerbit. Jadi mengapa regulasi yang dimaksudkan untuk melindungi pengguna justru mendorong sebagian besar dari mereka menjauh dari pengawasan? Berikut adalah apa yang ditunjukkan oleh data.
Binance menghentikan sebagian layanan Eropanya setelah gagal mendapatkan persetujuan tepat waktu di bawah kerangka kerja Markets in Crypto-Assets. Bursa tersebut menarik aplikasi lisensi MiCA Yunaninya pada 24 Juni, dengan alasan keterlambatan, tepat saat jendela transisi kepatuhan UE ditutup pada 1 Juli.
Berbicara di konferensi Reuters NEXT Asia pada 9 Juli, Co-CEO Binance Richard Teng membagikan angka-angka di balik dampak tersebut. Sekitar 70% dana yang ditarik oleh pengguna UE yang terdampak pindah ke dompet self-custody. Hanya sekitar 30% yang berakhir di bursa lain yang patuh.
Skala perpindahan ini signifikan. Binance mencatat arus keluar bersih sekitar $1,23 miliar untuk minggu yang dimulai 29 Juni — lebih dari tiga kali lipat tingkat arus keluar minggu sebelumnya.
Sumber: Wu Blockchain X
Periode transisi MiCA UE Binance berakhir: 1 Juli 2026
Aplikasi lisensi Yunani Binance ditarik: 24 Juni 2026
Arus keluar bersih mingguan: $1,23 miliar (minggu 29 Juni)
Peningkatan arus keluar vs minggu sebelumnya: sekitar 207%
Bagian penarikan ke self-custody: ~70%
Bagian yang pindah ke platform yang patuh MiCA: ~30%
Beberapa yurisdiksi UE dilaporkan telah mengundang Binance untuk mengajukan lisensi lokal meskipun ada penarikan diri, sementara bursa tersebut telah mengisyaratkan rencana untuk lebih fokus ke pasar Asia dalam waktu dekat.
Komisi Eropa sedang mempersiapkan MiCA 2.0, sebuah revisi yang berfokus pada tokenisasi aset dan stablecoin yang diterbitkan di luar UE. Bank Sentral Eropa menyoroti mekanisme "penerbitan ganda" sebagai prioritas utama — struktur yang memungkinkan penerbit menjalankan token dan kontrak pintar yang identik baik di dalam maupun di luar Eropa di bawah aturan yang sangat berbeda. Analis menunjuk Circle (USDC/EURC) dan Paxos (USDG) sebagai pengguna utama dari pengaturan ini.
Sumber: Official X
Di bawah penerbitan ganda, cadangan UE hanya perlu menutupi pasokan yang beredar di zona euro, sementara sisanya berada di AS, sering kali dalam bentuk Treasury dan repo berimbal hasil tinggi. Penerbit UE besar harus memegang 40% dalam bentuk tunai; entitas AS tidak menghadapi batas seperti itu. Presiden ECB Christine Lagarde telah memperingatkan bahwa pengaturan multi-yurisdiksi ini dapat membuat penerbit Eropa kekurangan cadangan, yang mendorong dorongan MiCA 2.0 untuk menutup kesenjangan tersebut.
Ketegangan inti di sini sederhana: Aturan dirancang untuk menarik aktivitas kripto ke lingkungan yang diatur dan diawasi. Sebaliknya, sebagian besar pengguna yang pergi memilih untuk memegang kunci mereka sendiri daripada beralih ke alternatif berlisensi.
Teng menunjukkan bahwa dompet self-hosted memiliki pengawasan regulasi yang jauh lebih sedikit dibandingkan bursa berlisensi, yang menimbulkan pertanyaan apakah aturan tersebut mencapai tujuan perlindungan konsumen yang dinyatakan. Bagi trader aktif, ini juga berarti likuiditas menyusut di platform yang masih beroperasi dengan kepatuhan regulasi penuh.
Regulator sudah merespons. Komisi Eropa dilaporkan sedang mempersiapkan revisi MiCA 2.0, dengan Bank Sentral Eropa menyoroti kekhawatiran atas "penerbitan ganda" — di mana penerbit seperti Circle dan Paxos menjalankan token yang secara fungsional identik di berbagai yurisdiksi di bawah aturan cadangan yang sangat berbeda.
Itu berarti fase berikutnya dari cerita ini bukan hanya tentang bursa yang menghentikan layanan — ini tentang bagaimana regulator UE memperketat kerangka kerja seputar cadangan stablecoin dan penerbitan offshore dalam beberapa bulan ke depan. Trader yang memegang stablecoin yang beredar di UE harus memperhatikan bagaimana perubahan MiCA 2.0 memengaruhi penukaran dan dukungan cadangan.
Penarikan diri bursa kripto Binance dari UE berubah menjadi uji stres yang tidak direncanakan, dan hasilnya bukan apa yang diharapkan oleh regulator. Dengan sebagian besar dana yang ditarik menuju ke self-custody daripada bursa yang patuh, langkah regulasi UE berikutnya akan diamati dengan cermat oleh trader dan penerbit.
Penafian: Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak merupakan saran keuangan, investasi, atau hukum. Pasar cryptocurrency bersifat volatil dan mengandung risiko. Pembaca harus melakukan penelitian sendiri sebelum membuat keputusan investasi apa pun.

