Perusahaan DAT Jepang baru-baru ini mengungguli Bitcoin berkat insentif pajak yang menguntungkan, mendorong eksposur kripto melalui ekuitas. Perubahan regulasi dapat menantang hal ini dengan mengikis keuntungan tersebut, seperti yang dibahas pada konferensi Bitcoin Asia di Hong Kong.
Nut Graph: Kinerja saham DAT yang baru-baru ini mengungguli Bitcoin menyoroti keuntungan pajak unik Jepang, mempengaruhi investasi kripto dan strategi pasar di Bursa Efek Tokyo.
Saham perusahaan Digital Asset Treasury Jepang secara signifikan mengungguli Bitcoin, didorong oleh kenaikan pajak. Bursa Efek Tokyo telah menjadi poros penting, mencatatkan perusahaan DAT utama yang mendapat manfaat dari kepemilikan kripto melalui ekuitas. Kinerja ini melibatkan berbagai eksekutif DAT, yang dikenal karena keahlian mereka dalam manajemen keuangan dan kripto. Tidak ada pernyataan resmi yang dirilis, tetapi sentimen pada konferensi Bitcoin Asia menyarankan kehati-hatian terhadap ketergantungan semata-mata pada keuntungan pajak.
Pertumbuhan pesat kepemilikan kripto perusahaan DAT, yang totalnya mencapai $137,3 miliar pada Oktober 2025, mencerminkan dampak keuntungan pajak saat ini. Kekhawatiran muncul saat regulator Jepang mempertimbangkan untuk mengubah kode pajak kripto. Volatilitas Bitcoin, yang turun menjadi $83.400, menandakan sensitivitas pasar dan peningkatan taruhan ekonomi. Laporan menunjukkan kemungkinan perombakan rezim pajak Jepang, yang dapat mengakhiri keuntungan signifikan untuk saham DAT. Pergeseran regulasi yang akan datang ini menimbulkan risiko bagi strategi manajemen treasury.
Perbandingan historis menunjukkan kesamaan dengan krisis keuangan masa lalu. Kejatuhan pasar yang didorong leverage di perusahaan DAT menyerupai penurunan sebelumnya yang diamati secara global. Wawasan dari para ahli industri menekankan potensi dampak keuangan dan regulasi, menggarisbawahi pentingnya perubahan ini secara lebih luas. Para ahli memperingatkan bahwa mengubah insentif pajak dapat mempengaruhi volatilitas pasar, seperti yang terlihat dalam peristiwa masa lalu di mana pasar aset digital mengalami gejolak.


