Lanskap kripto dan fintech Korea Selatan bergeser dengan cepat saat Naver bersiap mengakuisisi Dunamu dalam merger pertukaran saham bersejarah yang dapat membentuk kembali ambisi global negara tersebut.
Kesepakatan ini, yang diharapkan akan mendapat persetujuan dewan direksi minggu depan, menempatkan Upbit di pusat rencana yang lebih luas Korea untuk ekspansi ke pasar modal AS.
Langkah ini juga menghidupkan kembali momentum sekitar potensi pencatatan di Nasdaq, dengan investor dan analis memperlakukan merger sebagai reset struktural yang menciptakan lingkungan paling menguntungkan untuk ekspansi internasional.
Dengan harga pasar yang sudah bereaksi, perkembangan ini menandakan fase baru bagaimana Korea bertujuan memposisikan dirinya dalam perlombaan kripto-fintech global.
Laporan dari Zoomer dan Unfolded menunjukkan bahwa Upbit mungkin sedang bersiap untuk masuk ke pasar AS.
Ini menyusul konfirmasi lokal bahwa Naver Financial bermaksud mengakuisisi Dunamu melalui pertukaran saham senilai KRW 20 triliun ($14,5 miliar).
Setelah selesai, kesepakatan ini akan menjadikan operator Upbit sebagai anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh grup internet dominan Korea Selatan.
Merger ini akan menghubungkan jaringan fintech luas Naver dengan pangsa sekitar 70% Upbit dalam perdagangan kripto domestik.
Ini menciptakan platform yang mampu beroperasi pada skala internasional dan membuka jalur baru bagi Upbit untuk berkembang melampaui pasar intinya.
Penyelarasan jangkauan teknologi Naver dengan kemampuan blockchain Dunamu dipandang sebagai keuntungan menentukan yang mendukung integrasi global jangka panjang.
Pasar keuangan telah merespons implikasi merger ini.
Saham tidak terdaftar Dunamu naik di atas KRW 400.000 untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun.
Saham Naver juga melonjak hampir 20% dalam beberapa hari setelah berita akuisisi muncul.
Pergerakan pasar ini mencerminkan kepercayaan yang tumbuh bahwa entitas gabungan akan menargetkan masuk ke pasar modal AS.
Para ahli mencatat bahwa mengintegrasikan Upbit di bawah Naver menciptakan struktur perusahaan yang lebih familiar bagi regulator AS dan karenanya lebih cocok untuk potensi pencatatan di Nasdaq.
Penelitian menunjukkan bahwa pencatatan bisa dimungkinkan secepat 2026, tergantung pada kondisi pasar yang lebih luas.
Perkiraan menempatkan valuasi gabungan entitas Naver-Dunamu sekitar KRW 50 triliun, didorong oleh skala fintech Naver dan infrastruktur blockchain Dunamu Giwa.
Momentum global Upbit muncul saat pesaing menyesuaikan rencana pasar publik mereka.
Bithumb, pertukaran kripto terbesar kedua di Korea, telah mendapatkan kembali sekitar 25% pangsa pasar domestiknya dan dilaporkan sedang mempersiapkan upaya pencatatan sendiri.
Jika disetujui, merger Naver-Dunamu bisa menjadikan Korea yang pertama di Asia yang mencoba membawa pertukaran kripto besar ke Nasdaq.
Perkembangan ini mewakili langkah signifikan dalam gerakan yang lebih luas di kawasan untuk bersaing lebih agresif di pasar keuangan global.
Saat Naver dan Dunamu bersiap menggabungkan kekuatan mereka, Upbit muncul sebagai pemain sentral dalam fase berikutnya dari dorongan Korea menuju kepemimpinan kripto-fintech internasional.
Postingan Ambisi kripto Korea meningkat saat Upbit mendapatkan jalur yang lebih jelas ke Nasdaq pertama kali muncul di CoinJournal.


