Perusahaan induk Google, Alphabet (NASDAQ: GOOGL) mengakhiri November dengan prestasi tinggi, tetapi pembacaan teknis terbaru kini menunjukkan potensi penurunan setelah salah satu reli terkuatnya dalam beberapa tahun.
Dalam hal ini, indeks kekuatan relatif saham 14 hari telah melonjak menjadi 73,73 per 29 November 2025, menempatkan GOOGL dengan kuat di wilayah overbought.
Selama sebulan terakhir, GOOGL telah naik lebih dari 16%, diperdagangkan pada $320 saat berita ini ditulis.
Grafik harga saham GOOGL selama satu minggu. Sumber: FinboldSecara historis, level RSI di atas 70 sering menandakan potensi pembalikan arah, dengan saham cenderung menghadapi penarikan atau koreksi dalam minggu-minggu berikutnya. Dinamika ini sangat relevan untuk saham seperti Alphabet, yang valuasinya melonjak karena antusiasme investor melampaui fundamental yang mendasarinya.
Mengapa GOOGL mengalami reli
Peringatan ini datang di saat Google menjadi salah satu pemain terbaik di antara nama-nama teknologi berkapitalisasi besar. Peluncuran Gemini 3, model AI unggulan terbaru Alphabet, telah menarik minat investor yang besar.
Terutama, Gemini 3 telah dipuji karena kemampuan canggihnya, termasuk fitur multimodal yang superior dan penalaran kompleks, yang menurut banyak analis bisa melampaui bahkan GPT-4 OpenAI dan kompetitor AI lainnya.
Integrasinya di seluruh Google Search, Google Cloud, dan alat produktivitas perusahaan telah memicu optimisme tentang pertumbuhan pendapatan yang kuat berbasis AI di masa depan.
Alphabet juga menerima dorongan signifikan dari Berkshire Hathaway, yang mengungkapkan kepemilikan saham senilai $4,9 miliar di perusahaan tersebut. Dukungan dari perusahaan investasi Warren Buffett telah memperkuat kepercayaan investor dan memberikan stempel persetujuan langka untuk prospek jangka panjang Alphabet.
Sementara itu, sentimen pasar yang lebih luas juga menguntungkan, dengan ekspektasi yang meningkat bahwa Federal Reserve mungkin segera menurunkan suku bunga. Pergeseran ini telah memicu minat baru terhadap saham pertumbuhan seperti Alphabet, semakin mendorong reli November yang mengesankan.
Gambar unggulan via Shutterstock
Sumber: https://finbold.com/google-stock-flashes-major-crash-signal-after-historic-rally/


