Ketika dilihat melalui lensa volatilitas, tekanan makro, dan perilaku on-chain, pengaturan saat ini semakin menyerupai fase akumulasi masa lalu daripada puncak siklus akhir.
Poin Penting
Pengusaha Bitcoin Anthony Pompliano telah vokal tentang mengapa ketiadaan reli blow-off mungkin melindungi pasar. Menurut Pompliano, volatilitas Bitcoin telah terkompresi secara signifikan, dinamika yang secara historis membuat penurunan ekstrem jauh lebih kecil kemungkinannya.
Dalam siklus sebelumnya, crash besar didahului oleh akselerasi harga yang manik dan volatilitas yang melonjak. Kali ini, pola tersebut tidak pernah terwujud. Alih-alih puncak euforia diikuti oleh deleveraging paksa, Bitcoin bergerak sideways, menguras spekulasi berlebihan dari sistem. Pompliano berpendapat bahwa tanpa lonjakan volatilitas seperti yang terlihat di puncak masa lalu, keruntuhan mendadak 70–80% akan sangat tidak biasa.
Meskipun beberapa investor kecewa karena Bitcoin gagal mencapai target agresif seperti $250.000 tahun ini, Pompliano menekankan bahwa melihat gambaran yang lebih luas menceritakan kisah yang berbeda. Selama periode multi-tahun, Bitcoin terus berkembang dengan kuat, bahkan tanpa lonjakan siklus akhir yang dramatis. Menurutnya, stabilitas sekarang mungkin adalah yang mencegah kepanikan nanti.
Mendukung argumen tersebut dari sudut makro adalah data yang disorot oleh Alphractal. Satu metrik kunci adalah Financial Stress Index (FSI), yang dikembangkan oleh U.S. Office of Financial Research. Indeks ini melacak tekanan sistemik di seluruh pasar global menggunakan variabel seperti volatilitas, credit spread, dan premi risiko.
Secara historis, ketika FSI berubah positif, Bitcoin sering kali menghadirkan peluang akumulasi yang kuat. Menurut Alphractal, momen itu belum tiba. Indeks tetap di bawah level yang terkait dengan tekanan puncak, menunjukkan bahwa pasar tradisional belum memasuki fase risk-off penuh.
Ini signifikan karena Bitcoin cenderung mendapat manfaat ketika tekanan keuangan mulai muncul, bukan setelah sudah memicu deleveraging yang meluas. Pembacaan saat ini menyiratkan bahwa kondisi makro masih dalam fase transisi, sejalan dengan pandangan Pompliano bahwa pasar belum mencapai keadaan yang terlalu panas atau rapuh.
Data on-chain menambahkan lapisan konstruktif lainnya. Alphractal mencatat bahwa perubahan bulanan dalam cadangan exchange Bitcoin telah berubah negatif, yang berarti lebih banyak BTC yang secara konsisten ditarik dari exchange terpusat daripada yang didepositkan.
Arus keluar exchange bukan sinyal bullish langsung dengan sendirinya, tetapi terkait erat dengan perilaku investor jangka panjang. Koin yang meninggalkan exchange biasanya dipindahkan ke cold storage atau solusi kustodi jangka panjang, mengurangi jumlah BTC yang tersedia untuk dijual. Seiring waktu, kontraksi pasokan ini sering kali mendukung stabilitas harga dan fase akumulasi, terutama selama periode volatilitas rendah.
Daripada menandakan spekulasi jangka pendek, tren ini menunjukkan pergeseran menuju positioning jangka panjang, memperkuat gagasan bahwa pasar sedang diserap secara diam-diam daripada didistribusikan.
Secara keseluruhan, tesis volatilitas Pompliano dan data makro dan on-chain Alphractal menunjuk pada kesimpulan yang sama: Bitcoin tidak berperilaku seperti biasanya sebelum crash besar. Tidak ada puncak blow-off, tidak ada lonjakan leverage, dan tidak ada lonjakan tekanan sistemik. Sebaliknya, pasar tampaknya sedang berkonsolidasi sementara fundamental secara diam-diam membaik.
Ini tidak menjamin kenaikan langsung, dan beberapa analis masih memperingatkan harga yang lebih rendah pada tahun 2026. Namun, kombinasi volatilitas terkompresi, arus keluar exchange yang meningkat, dan tidak adanya tekanan keuangan puncak menunjukkan bahwa fase saat ini lebih tentang membangun basis daripada mendekati titik puncak.
Bagi investor jangka panjang, pesannya jelas. Bitcoin mungkin membosankan saat ini, tetapi secara historis, periode membosankan sering kali menjadi tempat dasar untuk pergerakan besar berikutnya diletakkan. Dan meskipun beberapa bulan terakhir bearish, banyak analis dan investor melihat 2026 sebagai tahun breakout lainnya untuk BTC, dengan beberapa bahkan memperkirakan cryptocurrency teratas akan mencapai $200.000.
Informasi yang diberikan dalam artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau trading. Coindoo.com tidak mendukung atau merekomendasikan strategi investasi atau cryptocurrency tertentu. Selalu lakukan riset Anda sendiri dan konsultasikan dengan penasihat keuangan berlisensi sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Postingan Why Bitcoin's Quiet Market and On-Chain Signals Suggest Hidden Strength muncul pertama kali di Coindoo.

