Perkembangan geopolitik terkini di Amerika Latin, terutama penahanan Presiden Venezuela Nicolás Maduro, telah memicu ketidakpastian yang meluas di kawasan tersebut. Bersamaan dengan itu, harga Bitcoin telah mengalami peningkatan yang signifikan saat pasar bereaksi terhadap peristiwa yang sedang berlangsung ini, mencerminkan risiko geopolitik dan kehati-hatian investor.
Ticker yang disebutkan: tidak ada
Sentimen: Netral hingga hati-hati bullish
Dampak harga: Positif, didorong oleh ketidakpastian geopolitik dan permintaan safe-haven
Setelah penahanan Nicolás Maduro, pasar cryptocurrency menunjukkan ketahanan, dengan Bitcoin naik lebih dari 3% dalam rentang beberapa hari. Data dari CoinGecko mengungkapkan nilai Bitcoin meningkat dari sekitar $89.990 menjadi lebih dari $93.000, menggarisbawahi perannya sebagai tempat perlindungan di tengah ketegangan regional yang meningkat.
Analis pasar Crypto Rover mencatat bahwa penangkapan jangka pendek Maduro menyebabkan gangguan terbatas, karena terjadi sebelum penyebaran ketidakstabilan yang lebih luas. Tidak seperti konflik masa lalu di Venezuela, situasi saat ini belum memicu kepanikan yang berkepanjangan, berkontribusi pada kenaikan Bitcoin yang stabil.
Sementara itu, di arena geopolitik, Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan intervensi militer di Kolombia, mengkritik pemerintahan Presiden Gustavo Petro dan menekankan kekhawatiran perdagangan narkoba. Selama pernyataan baru-baru ini, Trump menyatakan, "Kolombia juga sangat sakit, dijalankan oleh orang yang sakit," dan secara terbuka menanggapi "kedengarannya bagus bagi saya" ketika ditanya tentang memulai tindakan militer terhadap Kolombia. Sikap provokatif ini menimbulkan pertanyaan tentang keterlibatan AS di masa depan di kawasan tersebut.
Hubungan dengan Meksiko juga tetap tegang, karena Trump menyerukan tindakan terhadap kartel narkoba, meskipun Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum membantah kerja sama. Selain itu, Trump menyoroti posisi genting Kuba, menggambarkannya sebagai "negara yang gagal" yang semakin rentan karena pasokan minyak Venezuela berkurang.
Di luar Amerika Latin, Trump mengulangi minat pada Greenland, mengutip pentingnya strategis untuk keamanan nasional AS. Meskipun Denmark dan Norwegia telah menolak tawaran tersebut, AS terus memandang Greenland sebagai aset penting, mengintensifkan kompleksitas geopolitik di kawasan Arktik.
Artikel ini awalnya diterbitkan sebagai Could Colombia and Mexico Be Next Targets on Trump's Watchlist? di Crypto Breaking News – sumber terpercaya Anda untuk berita crypto, berita Bitcoin, dan pembaruan blockchain.


