Injeksi likuiditas tidak muncul begitu saja dari ketiadaan.
Dalam konteks ini, Tether mencetak $1 miliar USDT lagi minggu ini, membawa total penerbitan USDT dan USDC menjadi $3,75 miliar selama tujuh hari terakhir. Mengingat waktunya, langkah ini sepertinya bukan kebetulan.
Dari sisi makro, pasar tetap was-was karena dua faktor kunci. Pertama, Mahkamah Agung menunda keputusan tarifnya, yang memicu lonjakan cepat $2.100 pada Bitcoin [BTC] dalam waktu hanya 45 menit setelah pengumuman.
Sumber: TradingView (BTC/USDT)
Kedua, data ketenagakerjaan AS lebih kuat dari perkiraan.
Pada bulan Desember, ekonomi menambah 50 ribu pekerjaan, di bawah perkiraan 66 ribu, tetapi tingkat pengangguran turun menjadi 4,4%, lebih baik dari perkiraan 4,5%. Tingkat pengangguran November juga direvisi turun dari 4,6% menjadi 4,5%.
Secara keseluruhan, data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve kemungkinan akan menghentikan pemotongan suku bunga pada pertemuan FOMC mendatang. Faktanya, pasar bereaksi cepat, dengan peluang pemotongan suku bunga turun menjadi hanya 4,4%.
Dengan latar belakang ini, Tether mencetak $1 miliar USDT hanya beberapa jam sebelum peristiwa ini – sebuah langkah yang disengaja dan strategis. Pertanyaannya adalah – Apakah ini dorongan likuiditas bullish untuk Bitcoin, atau sinyal peringatan dini?
Langkah Tether menyoroti permintaan likuiditas di tengah FUD makro
Volatilitas masih berlangsung, karena keputusan tarif telah ditunda, bukan ditolak.
Sebagai konteks, pasar sekarang mengharapkan keputusan tentang legalitas tarif pada 14 Januari. Ini membuat injeksi USDT Tether terlihat lebih strategis. Namun, menurut laporan Bloomberg, ini bukan hanya tentang waktu.
Pada tahun 2025, volume transaksi stablecoin melonjak 72% year-over-year menjadi rekor $33 triliun. USDC memimpin dengan $18,3 triliun, melampaui $13,3 triliun USDT untuk menjadi stablecoin yang paling banyak digunakan berdasarkan volume transaksi.
Sumber: Artemis Analytics
Sementara itu, cadangan Tether telah turun sebesar 2 miliar selama 48 jam terakhir.
Secara keseluruhan, volume transaksi yang tinggi dan penurunan cadangan Tether menunjukkan meningkatnya permintaan akan likuiditas. Dalam konteks ini, pencetakan $1 miliar USDT baru-baru ini terlihat seperti langkah strategis untuk tetap unggul di pasar.
Yang perlu dicatat, di sinilah volatilitas berperan. Dengan keputusan yang tertunda dan prospek pemotongan suku bunga yang menjadi bearish, pasar sedang menavigasi ketidakpastian. Dalam pengaturan ini, dorongan likuiditas Tether tidak sepenuhnya merupakan dorongan langsung untuk BTC.
Sebaliknya, trader telah berhati-hati, dan kedua langkah tersebut dapat memicu penurunan BTC.
Pemikiran Akhir
- Pencetakan $1 miliar USDT Tether mengisyaratkan positioning strategis di tengah aliran stablecoin yang tinggi dan ketidakpastian makro.
- Keputusan tarif yang tertunda dan peluang pemotongan suku bunga yang lebih lemah membuat trader di pasar Bitcoin tetap berhati-hati.
Sumber: https://ambcrypto.com/all-about-tethers-1b-usdt-injection-as-bitcoin-navigates-delayed-tariffs-rate-cut-fears/


