Jaksa AS populer untuk Distrik Columbia, Jeanine Ferris Pirro, telah meluncurkan investigasi kriminal terhadap Ketua Fed, Jerome Powell. Penyelidikan ini mengintensifkan pengawasan dalam kasus kepemimpinan bank sentral. Menurut jurnalis terkenal, Nick Sortor, penyelidikan ini berupaya untuk menyelidiki apakah Powell memberikan pernyataan yang menyesatkan atau tidak akurat kepada Kongres mengenai proyek renovasi kantor pusat Federal Reserve. Perkembangan ini dilaporkan telah mengirimkan gelombang kejut di pasar kripto.
Seperti yang ditunjukkan oleh laporan, Kantor Jaksa AS untuk Distrik Columbia telah memulai investigasi kriminal terhadap Jerome Powell, ketua Fed. Langkah ini sangat penting karena terjadi pada saat kredibilitas kebijakan moneter sangat penting. Kasus ini juga menempatkan Jerome Powell di bawah sorotan politik dan hukum yang sangat besar.
Investigasi ini berkisar pada pernyataan yang diberikan Powell kepada komite Senat mengenai ruang lingkup dan biaya renovasi gedung Fed. Awalnya, proyek ini memiliki perkiraan biaya $2,5 miliar, tetapi kemudian membengkak hampir $700 juta. Hal ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan pembuat kebijakan mengenai transparansi dan pengawasan.
Menurut para kritikus, ketua Fed, Jerome Powell kemungkinan telah meremehkan pengeluaran selama pertemuan kongres. Sebagai akibat dari ini, penyelidikan kriminal terbaru sedang berlangsung. Dalam pernyataan video Powell, ia menggambarkan penyelidikan ini sebagai "belum pernah terjadi sebelumnya."
Menurut Nick Sortor, investigasi ini mungkin mengarah pada hukuman penjara untuk Jerome Powell. Selain itu, para anggota parlemen telah memperingatkan tentang konsekuensi yang berpotensi berbahaya dari kasus ini. Saat ini, Fed, Jerome Powell, dan sektor keuangan yang lebih luas berada di bawah pengawasan besar di tengah proses hukum yang sedang berlangsung.


