Pemerintah Jepang sedang menyelidiki layanan kecerdasan buatan Elon Musk, Grok, karena menghasilkan gambar tidak pantas. Pemerintah mengatakan akan mengeksplorasi semua opsi yang tersedia, termasuk langkah hukum, untuk mencegah konten berbahaya. Menteri Keamanan Ekonomi Kimi Onoda mengonfirmasi permintaan Kantor Kabinet kepada X Corp untuk segera melakukan perbaikan.
Jepang telah meminta X Corp untuk membuat perubahan pada layanan AI-nya guna mencegah pembuatan gambar tidak pantas. Menteri Onoda menyebutkan bahwa jika situasi tidak membaik, pemerintah akan meninjau semua opsi hukum.
Onoda, yang juga merupakan menteri strategi AI Jepang, menekankan perlunya respons cepat dari X Corp. Pada hari Rabu, XAI, perusahaan di balik Grok, mengumumkan telah melakukan perubahan untuk mencegah gambar tidak pantas.
Perubahan ini termasuk memblokir pengguna dari menghasilkan gambar orang dengan pakaian terbuka, seperti bikini. XAI menyatakan telah menerapkan langkah-langkah berdasarkan lokasi geografis untuk mencegah pembuatan gambar-gambar ini di tempat yang ilegal.
Jepang bukan satu-satunya negara yang meneliti layanan AI Grok. Inggris dan Kanada juga sedang melakukan penyelidikan terhadap platform tersebut.
Langkah-langkah ini menyusul kekhawatiran bahwa pengguna Grok menghasilkan gambar bersifat seksual dari wanita dan anak di bawah umur. Pejabat di seluruh dunia semakin fokus pada alat AI yang menghasilkan konten berbahaya.
Penyelidikan pemerintah bertujuan untuk memastikan sistem AI mematuhi pedoman etika dan standar hukum. Tindakan Jepang sejalan dengan upaya global yang lebih luas untuk memantau AI dan potensi penyalahgunaannya.
Postingan Jepang Menyelidiki Layanan Grok AI Milik Musk atas Konten Tidak Pantas pertama kali muncul di Blockonomi.


