Pasar tenaga kerja AS pada 2025 mengalami pertumbuhan pekerjaan paling lambat sejak pandemi, dengan hanya 584.000 pekerjaan yang ditambahkan, menyoroti tekanan ekonomi dan dampak otomasi serta AI.
Perlambatan ini menimbulkan kekhawatiran tentang ketahanan ekonomi dan stabilitas pasar, mencerminkan tren otomasi dan ketidakpastian regulasi, dengan saham bereaksi positif meskipun penciptaan lapangan kerja yang lesu.
Biro Statistik Tenaga Kerja AS merilis Laporan Ketenagakerjaan 2025, mengungkap pertumbuhan pekerjaan terlemah sejak 2020. Desember mencatat hanya 50.000 pekerjaan baru, menandakan tantangan ekonomi yang berkelanjutan.
Tekanan otomasi dan pemotongan federal adalah faktor kunci. Laporan tersebut menyoroti AI sebagai kontributor penurunan ini, dengan pengangguran stabil di 4,4% meskipun pertambahan pekerjaan rendah.
Industri seperti perawatan kesehatan menunjukkan ketahanan, sementara konstruksi menghadapi volatilitas. Matt Egan dari CNN menyatakan pertambahan tahun ini sebagai yang terendah sejak 2003, tidak termasuk resesi.
Ekonom mencatat perubahan struktural yang berpotensi mempengaruhi pertumbuhan masa depan. Saham dibuka lebih tinggi, mencerminkan optimisme investor meskipun angka ketenagakerjaan yang suram.
Data masa lalu menunjukkan tantangan pertumbuhan serupa pada 2003. Analisis mengaitkan perkembangan tahun ini dengan preseden historis, termasuk kebijakan imigrasi yang melambat.
Proyeksi menunjukkan kemungkinan adaptasi saat pasar menyesuaikan dengan kemajuan teknologi yang berkelanjutan, seperti integrasi AI. Para ahli memantau dampak lebih lanjut pada tren ketenagakerjaan.
| Penyangkalan: Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat keuangan atau investasi. Pasar cryptocurrency bersifat volatil, dan berinvestasi melibatkan risiko. Selalu lakukan riset Anda sendiri dan konsultasikan dengan penasihat keuangan. |


