Ketika Anda melihat Reyna di keramaian–baik di Pride March atau demonstrasi di jalanan–mustahil untuk tidak menyadarinya. Berdandan cantik, mengenakan sepatu hak tinggi, dan dengan alis yang sempurna, dia adalah wajah dan suara Bahaghari, sebuah komunitas yang dipimpin LGBTQIA+. Di balik kepercayaan diri dan keyakinannya untuk memperjuangkan advokasi, ada seorang wanita yang juga telah menjalani tahun-tahun perjuangan dan ketahanan.
Perjalanannya dimulai jauh sebelum memimpin dan memegang garis depan Bahaghari. Ketika dia masih muda, dia menyaksikan tindakan kekerasan terhadap perempuan di keluarganya sendiri–sebuah pengalaman yang membangkitkan rasa ketidakadilan dan diskriminasi, yang memicu tekadnya untuk bersuara lebih keras lagi.
Saat ini, Reyna telah membantu mengorganisir aksi unjuk rasa, kampanye, dan kerja komunitas melalui Bahaghari, menyebarkan kesadaran dan solidaritas bahkan ke komunitas yang masih belajar bagaimana merangkul dan menghormati keberagaman.
Dia telah berdiri di garis depan dalam memajukan RUU SOGIE di Kongres dan menantang para pembuat undang-undang yang bertekad menghambat kemajuan dan membungkam perdebatan.
Meskipun menghadapi kemunduran, Reyna terus berjuang – memimpin upaya untuk membangun ruang aman bagi generasi masa depan komunitas LGBTQIA+ Filipina.
Saksikan seluruh ceritanya di episode terbaru Behind The Good. – Rappler.com
Nantikan episode lainnya dari "Behind the Good," serial video baru Rappler yang menampilkan para changemaker yang telah melakukan lebih dari yang diharapkan untuk membantu dan memberdayakan komunitas mereka.


