Cryptoharian – Sebuah koin meme bertema AI yang dikaitkan dengan tren prompt ‘Ralph Wiggum’ mengalami penurunan tajam setelah data on-chain menunjukkan adanya aCryptoharian – Sebuah koin meme bertema AI yang dikaitkan dengan tren prompt ‘Ralph Wiggum’ mengalami penurunan tajam setelah data on-chain menunjukkan adanya a

Satu Lagi Koin Meme Gugur 80 Persen, Pengembang Diduga Jadi Biang Kerok

Cryptoharian – Sebuah koin meme bertema AI yang dikaitkan dengan tren prompt ‘Ralph Wiggum’ mengalami penurunan tajam setelah data on-chain menunjukkan adanya aksi jual besar dalam waktu singkat.

Salah satu platform analitik visual bernama Bubblemaps menyebut bahwa penjualan tersebut berasal dari sebuah wallet yang terhubungan dengan pengembang Geoffrey Huntley, memicu gejolak harga sekaligus perdebatan baru soal kepemilikan token, insentif pengembang, dan tingkat kepercayaan terhadpa proyek-proyek koin meme.

Menurut laporang yang mengutip temuan Bubblemaps, wallet yang dikaitkan dengan Huntley melepas token melalui tiga transaksi dalam rentang sekitar satu jam. Aksi itu disebut menjadi pemicu utama penurunan harga pada puncak pergerakan.

Bubblemaps juga menilai wallet tersebut berada dalam klaster kecil pemegang token yang menguasai porsi tertentu dari suplai, sementara satu alamat terkait lainnya masih tercatat memegang bagian terpisah. Tak lama seetelahnya, sebuah wallet whale yang baru meneima pendanaa ikut melakukan penjualan dalam jumlah besarm dan Bubblemaps menyatakan terus memantau pergerakan lanjutan di jaringan.

Huntley kemudian mengakui adanya penjualan tersebut dalam pernyataan publik. Ia menyebut langkah tersebut sebagai upaya ‘de-risking’ dan menegaskan masih memegang token token RALPH.

“Saya memilih untuk menjual sebelum jendela vesting berikutnya, karena ingin menghindar skema transaksi over-the-counter (OTC) privat yang menurut saya akan menuntut diskon besar namun tetap berdampak pada pasar,” ungkap Huntley.

Penjelasan tersebut tidak menghentikan kritik. Sejumlah trader mempertanyakan alasan dan timing penjualan, serta menilai ada opsi yang lebih ramah pasar. Misalnya, menambah likuiditas ke liquidity pool untuk memperoleh fee sembari mengurangi posisi secara lebih bertahap.

Di sisi lain, ada juga yang memberikan pembelaan, dengan argumen bahwa aksi ambil untung adalah hal yang lumrah dalam pasar koin meme ayng bergerak cepat dan sering kali didorong oleh euforia sesaat.

Baca Juga: Tom Lee Peringatkan Pasar Kripto dan Saham Bakal Ambles Sebelum Akhir 2026

Perdebatan semakin melebar ketika muncul tuduhan bahwa aksi jual itu merusak ‘alignment’ komunitas. Sebagian pihak menilai, ketika token sudah terlanjur melekat pada figur atau narasi tertentu, tindakan seperti ini bisa menggerus kepercayaan.

Pihak lain justru menganggap investor seharusnya sejak awal memahami resiko, termasuk kemungkinan pengembang atau pihak yang diasosiasikan dengan narasi token mengambil profit ketika peluang terbuka.

Huntley juga menambahkan bahwa klaim yang memicu respon keras dari sebagian holder. Ia menyatakan bahwa dirinya tidak meluncurkan atau mengendalikan token tersebut, serta tidak memberikan persetujuan atas penciptannya.

Namun bagi sejumlah pemegang token, keterkaitan narasi dengan publik tetap dianggap sebagai ‘asosiasi implisit’ yang sulit dipisahkan, terutama di ekosistem koin meme yang sering memonetisasi tren viral dan persepsi pasar.

Pada saat berita ini ditulis, RALPH diperdagangkan jauh di bawah level tertinggi terbarunya, dengan penurunan intraday yang besar. Kapitalisasi pasar token itu dilaporkan merosot drastis dari puncaknya, sementara volume perdagangan 24 jam disebut melampaui kapitalisasi pasar.

Bubblemaps menilai pergerakan ini lebih bersifat spesifik pada token (idiosinkratik), bukan akibat guncangan pasar kripto secara luas. Insiden tersebut juga terjadi di tengah meningkatnya peringatan soal peluncuran token spekulatif berbasis lelucon dan tren vira;.

Salah satu peringatan yang kembali disorot datang dari salah satu pendiri Binance, yakni Changpeng Zhao yang pernah mengingatkan bahwa token yang lahir dari candaan sering kali berakhir merugikan banyak pihak.

Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.