Cryptoharian – The Fed Amerika Serikat memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya pada Rabu (28/1/2026), langkah yang sudah banyak diperkirakan pasar. Cryptoharian – The Fed Amerika Serikat memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya pada Rabu (28/1/2026), langkah yang sudah banyak diperkirakan pasar.

Apa Dampak Keputusan The Fed Suku Bunga Baru-Baru Ini Terhadap Pasar Kripto?

Cryptoharian – The Fed Amerika Serikat memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya pada Rabu (28/1/2026), langkah yang sudah banyak diperkirakan pasar. Dalam hasil rapat terbaru, anggota FOMC sepakat menahan federal funds rate pada kisaran 3,5 persen hingga 3,75 persen, untuk pertama kalinya sejak Juli. Dua pejabat The Fed tercatat berbeda pendapat dan memilih mendukung pemangkasan tambahan sebesar 25 basis poin.

Sikap wait and see tersebut menempatkan bank sentral berseberangan dengan Presiden Donald Trump, yang dalam beberapa kesempatan mendorong pemangkasan suku bunga besar-besaran. Namun sejumlah pengamat pasar menilai Trump mungkint tetap mendapatkan hasil yang ia inginkan, bukan lewat keputusan The Fed, melainkan lewat tekanan pasar yang menurunkan nilai dolar dan mendorong kondisi finansial ke arah yang lebih longgar.

Dolar Amerika sendiri berada dalam tren melemah. Setelah mencatat kinerja tahunan sejak 2017, dolar kembali tertekan pekan ini, dengan Bloomberg Spot Dollar Index turun ke level terendah dalam empat tahun.

Ketika dimintai tanggapan soal pelemahan tersebut, Trump menyatakan nilai dolar sedang bagus. Namun, komentar pasar seperti The Kobeissi Letter menafsirkan situasi ini sebagai sinyal bahwa Trump bersedia menoleransi dolar yang lebih lemah untuk mendorong suku bunga turun dan membantu ekspor Amerika.

Pandangan serupa pun juga disampaikan oleh David Ingles, kepala editor Bloombeerg TV APAC, yang menyebut Trump berpotensi memangkas suku bunga atas nama The Fed dengan membiarkan dolar melorot.

Bagaimana Pasar Kripto?

Di pasar aset digital, keputusan The Fed dan arah dolar menjadi pusat perhatian karena Bitcoin dan kripto bergerak dalam volatilitas tinggi sejak guncangan likuidasi pada Oktober yang menekankan pasar secara tajam. Secara historis, aset beresiko cenderung diuntungkan oleh kebijakan moneter yang longgar.

Namun beberapa analis menilai, dalam fase seperti sekarang, trajektor dolar bisa menjadi katalis yang bahkan lebih menentukan dibandingkan suku bunga itu sendiri.

Julien Bittel, kepala riset makro di Global Macro Investor, sebelumnya menyebut dolar yang kuat sebagai ‘bola penghancur’ bagi aset beresiko karena memperketat kondisi finansial global. Sejalan dengan itu, analis di platform aset digital Hong Kong OSL juga menyoroti hubungan terbalik antara Bitcoin dan indeks dolar Amerika, yakni ketika dolar menguat, tekanan pada aset beresiko seperti kripto cenderung meningkat karena sinyal appetite memburuk.

Baca Juga: Pasar Kripto Pendarahan Hebat Hingga Tembus Miliaran Dolar dalam Sepekan Terakhir

Berdasarkan data terbaru, harga aset kripto utama masih cenderung stabil setelah The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya.

Data dari CoinGecko menunjukkan pada tanggal 29 Januari pagi, Bitcoin berada di level US$ 89.150. Angka ini mencerminkan penurunan tipis 0,01 persen dibandingkan 24 jam sebelumnya. Ethereum, aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, berada di US$ 3.009, turun 0,19 persen. Sementara itu XRP melemah 0,31 persen ke US$ 1,91 dan Solana turun 1,43 persen ke kisaran US$ 125.

Pelaku pasar menilai keputusan ini mengurangi kejutan kebijakan dalam jangka pendek, namun belum cukup untuk memicu reli baru di kripto.

Sebagaimana diketahui, Pasar kripto menanggapi konferensi pers tersebut dengan sikap hati-hati. Data pasar menunjukkan kapitalisasi total kripto, di luar stablecoin, bertahan di sekitar US$ 2,7 triliun, nyaris tidak berubah dalam beberapa jam setelah komentar Powell. Secara teknikal, agregat kapitalisasi masih berada di bawah moving average 20 hari dan 50 hari, mencerminkan fase konsolidasi yang berlangsung sejak akhir November.

Meski beberapa kali terjadi pemantulan harga, pasar masih kesulitan menembus kembali area di atas 2,9 triliun. Di samping itu, volume perdagangan juga tetap rendah.

Kata Sang Ketua Menyoal Ekonomi 2026

Dalam pengumuman yang dibawakan oleh Ketua The Fed Jerome Powell, ia menjelaskan bahwa sikap kebijakan saat ini dinilai tepat menyusul total pemangkasan 75 basis poin dalam tiga rapat sebelumnya.

“Arah kebijakan ke depan tidak mengikuti jalur yang sudah ditentukan, dan keputusan berikutnya akan ditentukan oleh data ekonomi yang masuk, perkembangan prospek ekonomi serta keseimbangan resiko,” ungkap Powell.

Dalam pemaparannya, ia juga mengklaim bahwa ekonomi Amerika memasuki 2026 dalam kondisi cukup kokoh. Konsumsi rumah tangga dan investasi bisnis dinilai masih bertahan, sementara pertumbuhan lapangan kerja memang melambat, namun tingkat pengangguran cenderung stabil. Inflasi sudah menurun dibanding puncak 2022, namun masih berada di atas target 2 persen The Fed.

Kendati demikian, dia juga turut mengakui bahwa tekanan inflasi pada sektor barang, yang sebagian dipengaruhi oleh tarif, masih membebani prospek meskipun proses disinflasi di sektor jasa berlanjut.

“Shutdown pemerintah federal juga kemungkinan akan menekan pertumbuhan pada kuartal sebelumnya untuk sementara,” pungkas Powell.

Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.