Harga XRP terus-menerus terbentur pada level resistance yang sama, dan akhirnya kita tahu alasannya. Fokus tetap mengarah ke level US$2. XRP sudah pernah menyenHarga XRP terus-menerus terbentur pada level resistance yang sama, dan akhirnya kita tahu alasannya. Fokus tetap mengarah ke level US$2. XRP sudah pernah menyen

Mengapa XRP Selalu Gagal di Dekat US$2 — Tembok Jual 1,86 Miliar yang Tak Pernah Dibahas

Harga XRP terus-menerus terbentur pada level resistance yang sama, dan akhirnya kita tahu alasannya. Fokus tetap mengarah ke level US$2. XRP sudah pernah menyentuhnya sekali pada awal Januari 2026, mengklaim kembali garis tren jangka pendek, bahkan sempat bergerak di atas level itu. Tapi reli selalu gagal menembusnya. Permasalahan utama sebenarnya bukan apakah XRP bisa mencapai US$2, melainkan apakah pasar mampu menopang area yang ada persis di bawahnya.

Pada grafik 12 jam, XRP diperdagangkan di kisaran US$1,87 dan turun sekitar 4% selama seminggu terakhir. Kelemahan ini terjadi walaupun ada minat beli yang terlihat jelas dan upaya berulang untuk merebut kembali level kunci. Untuk memahami alasan di balik gagalnya upaya ini, ceritanya harus dimulai dari percobaan reclaim kunci.


XRP Rebut Garis EMA Sebagai Langkah Awal, namun Hanya Satu yang Berhasil

Pada timeframe 12 jam, sinyal jangka pendek terpenting untuk XRP adalah exponential moving average 20-periode. 20-EMA ini mengikuti arah tren jangka pendek. Ketika harga berhasil merebut kembali level ini dan diikuti volume besar, biasanya momentum akan berbalik naik.

XRP sudah beberapa kali merebut kembali 20-EMA sejak Desember. Sebagian besar upaya itu gagal, namun ada satu yang berhasil.

Pada 1 dan 2 Januari, XRP berhasil reclaim 20-EMA dengan volume beli yang kuat. Lebih penting lagi, reclaim ini diikuti candle hijau ber-volume tinggi, bukan aksi jual seketika. Konfirmasi itu sangat krusial. Antara 2 hingga 6 Januari, XRP reli sekitar 28%, menjadi pergerakan terkuat bulan itu.

Keberhasilan reclaim itu membuktikan EMA sendiri bukanlah masalah utama. Permasalahannya terletak pada bagaimana proses reclaim tersebut terjadi.

Struktur Harga Kunci: TradingView

Ingin lebih banyak insight token seperti ini? Daftar untuk menerima Crypto Newsletter harian dari Editor Harsh Notariya di sini.

Bandingkan dengan upaya setelahnya. Pada 9 Desember dan sekitar 20 Desember, XRP sempat bergerak di atas 20-EMA, namun volume langsung menurun. Tidak ada kelanjutan pembelian karena tekanan jual langsung muncul, dan harga turun kembali di bawah rata-rata. Pola yang sama berulang pada 28 Januari. XRP berhasil reclaim 20-EMA dengan volume sedang, namun sesi berikutnya tidak mampu melanjutkan momentum. Tekanan jual pun muncul.

Kesimpulannya sederhana. Reclaim EMA butuh volume beli lanjutan yang kuat. Tanpa itu, sinyal tersebut hanya bersifat sementara, bukan pertanda perubahan tren. Tapi bahkan saat volume membaik, XRP tetap menghadapi kendala berikutnya.


Sell Wall di Atas EMA Adalah Alasan Reli Sering Tertahan

Begitu harga XRP berhasil reclaim 20-EMA di kisaran US$1,94 (posisi saat ini), harga langsung masuk ke zona suplai berat.

Data on-chain memperlihatkan adanya klaster besar pada rentang US$1,96 hingga US$1,98, yang memuat sekitar 1,86 miliar XRP. Ini bukan level psikologis, melainkan area konsentrasi token yang terakhir dibeli di rentang harga tersebut. Ketika harga kembali ke sana, banyak holder melepas posisi untuk impas atau mengurangi risiko.

Dinding Jual XRPDinding Jual XRP: Glassnode

Inilah mengapa reclaim EMA saja tidak cukup. Reclaim EMA justru mendorong harga tepat ke dinding suplai ini. Jika tekanan beli tidak cukup kuat untuk menyerapnya, reli pun gagal meski sudah reclaim.

Awal Januari memperlihatkan perbedaannya. Selama reli 1–6 Januari, arus keluar dari exchange meningkat tajam, menandakan token keluar dari exchange, bukan malah dikirim ke sana untuk dijual.

Outflow melonjak dari sekitar 8,9 juta XRP menjadi sekitar 38,5 juta XRP. Permintaan yang berkelanjutan itu membantu harga melewati klaster suplai. Meski jumlah outflow jauh lebih kecil dibandingkan dengan ukuran dinding, lonjakan outflow lebih dari 330% mengindikasikan holder kemungkinan tidak melepas posisi di dinding tersebut.

Arus Keluar Makin LemahArus Keluar Makin Lemah: Santiment

Upaya terbaru kurang didukung oleh permintaan dan keyakinan yang sama. Pada 28 Januari, arus keluar dari exchange sempat naik menjadi sekitar 18,1 juta XRP, membantu harga XRP naik intraday. Namun pada 29 Januari, outflow kembali turun mendekati 5,4 juta XRP.

Inilah penjelasan mengapa XRP terus-menerus terhenti tepat di bawah US$2. Pasar bukan menolak angka tersebut, melainkan kesulitan menunjukkan keyakinan yang dibutuhkan untuk menyerap suplai besar di area itu.


Whale Sedang Membeli, tapi Permintaan Masih Kurang

Perilaku whale menambah nuansa tersendiri, namun tidak mengubah kesimpulan utama.

Wallet yang memegang 10 juta hingga 100 juta XRP telah menambah saldo mereka dari sekitar 11,03 miliar menjadi 11,19 miliar XRP sejak 21 Januari, hampir 160 juta XRP. Hal ini menunjukkan adanya akumulasi. Wallet yang lebih besar dengan kepemilikan di atas 1 miliar XRP memperlihatkan perilaku campuran, dengan kenaikan kepemilikan hanya sekitar 30 juta XRP.

Whale Menambah Secara PerlahanWhale Menambah Secara Perlahan | Sumber: Santiment

Hal ini menunjukkan bahwa whale sedang membangun posisi, bukan menggerakkan harga secara agresif.

Jika dibandingkan dengan tembok jual 1,86 miliar XRP, akumulasi whale dan permintaan spot saat ini tidak cukup besar untuk mengalahkan pasokan. Pembelian memang ada, namun masih tidak merata dan cepat berakhir. Tanpa arus keluar exchange yang konsisten, penambahan whale, serta peningkatan volume, tembok tersebut masih tetap kuat.


Level-Level yang Menentukan Apakah Harga XRP Breakout atau Gagal Lagi

Peta jalannya kini sudah jelas.

  • US$1,94–US$1,95: Langkah pertama. Jika level ini direbut kembali secara bersih membawa XRP kembali di atas 20-EMA.
  • US$1,99: Pemicu utama. Penutupan 12 jam yang kuat di atas level ini akan menembus klaster pasokan.
  • Di atas US$1,99, peluang berlanjutnya reli makin besar karena tembok jual semakin tipis, dan target berikutnya adalah US$2,04 hingga US$2,19.
  • Sebaliknya, jika ditutup di bawah US$1,80 selama 12 jam, maka setup menjadi tidak valid dan menjadi sinyal melemahnya tren lagi.
Analisis Harga XRPAnalisis Harga XRP | Sumber: TradingView

XRP tidak perlu membuktikan lagi bahwa ia bisa menyentuh US$2. Hal itu sudah pernah terjadi. Saat ini, yang dibutuhkan adalah pembelian berkelanjutan yang cukup kuat untuk menyerap 1,86 miliar XRP yang menunggu di bawah level tersebut. sebelum hal itu terjadi, setiap rebound pasti akan menemui tembok yang sama.

Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.