Cryptoharian – Firma analitik on-chain bernama Santiment, baru-baru ini melaporkan lonjakan tajam sentimen negatif terhadap Bitcoin (BTC) di media sosial, yang disebut paling tinggi sepanjang 2026. Kenaikan sentimen atau ‘komentar’ negatif’ ini muncul saat harga Bitcoin turun ke sekitar US$ 84.200, level terendah sejak 21 November, memicu gelombang FUD di kalangan trader kripto.
Dalam pembaruan terbarunya, Santiment menyebut perubahan suasanan ini konsisten dengan pola historis, yakni ketika ketakutan ekstrem mendominasi, pasar sering berada di fase akhir penurunan.
Menurut Santiment, kondisi seperti ini kerap berujung pada kapitulasi, fase ketika investor ritel menyerah dan menjual dalam kepanikan, yang kemudian diikuti oleh aksi akumulasi dari pelaku bermodal besar.
“Setelah kapitulasi terjadi, smart money biasanya mulai menyerap pasokan yang dijual oleh ritel, yang pada akhirnya dapat membantu mendorong harga kembali naik,” ungkap Santiment.
Akan tetapi, dalam hal ini firma tersebut juga mengingatkan bahwa fase menuju titik balik jarang berjalan mulus. Dalam waktu dekat, pasar kripto diperkirakan masih akan menghadapi volatilitas yang sulit diprediksi, terutama karena aset-aset lain seperti saham, emas dan perak juga mengalami koreksi yang ikut menekan selera resiko secara keseluruhan.
Baca Juga: Bitcoin Bertahan di $87.600 Usai FOMC, Analis Bidik Rebound ke Level Berikut
Meski narasi ‘fear as a buy signal’ sering dipakai sebagai indikator kontra-arus, Santiment pada dasarnya menekankan satu hal, yakni sentimen saat ini menunjukkan pasar berada di kondisi yang rapuh, dan arah berikutnya kemungkinan akan ditentukan oleh apakah tekanan jual ritel mereda, serta apakah arus pembelian dari pelaku besar benar-benar muncul untuk menyerapnya.
Sebagaimana diketahui, Bitcoin dan seluruh aset di pasar kripto telah mengawali tahun 2026 dengan penurunan. Sebenarnya, penurunan telah terjadi sejak bulan Oktober 2025, pasca Bitcoin meraih ATH baru di kisaran US$ 126.000.
Penurunan yang terjadi ini membuat banyak analis memperkirakan bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun bearish bagi mata uang digital. Akan tetapi, sebagian analis masih optimis bahwa harga dapat rebound dan bullish masih belum selesai.
Berdasarkan data dari CoinGecko pada Jumat (30/1/2026) pagi, Bitcoin berada pada level US$ 84.284. Angka ini mencerminkan penurunan 5,3 persen dalam kurun waktu 24 jam terakhir.


