Serangan address poisoning ini mengikuti pencurian senilai US$50 juta dari bulan lalu, yang menunjukkan meningkatnya kecanggihan para penyerang.Serangan address poisoning ini mengikuti pencurian senilai US$50 juta dari bulan lalu, yang menunjukkan meningkatnya kecanggihan para penyerang.

Investor Kripto Kehilangan Rp208,3 Miliar Ethereum akibat Scam “Address Poisoning”

2026/02/02 15:40
durasi baca 3 menit
Untuk memberikan masukan atau menyampaikan kekhawatiran terkait konten ini, silakan hubungi kami di [email protected]

Seorang investor kripto kehilangan 4.556 Ethereum, dengan nilai sekitar US$12,4 juta, setelah menjadi korban serangan “address poisoning” yang tergolong canggih.

Specter, analis blockchain dengan nama samaran, melaporkan bahwa pencurian tersebut terjadi sekitar 32 jam setelah penyerang melakukan aksi “dusting” ke wallet korban melalui transaksi bernilai sangat kecil.

Bagaimana Alamat Palsu Mirip Asli Bikin Holder Ethereum Rugi Jutaan Dolar

Menurut analisis on-chain dari Specter, penyerang menghabiskan waktu selama dua bulan untuk memantau aktivitas transaksi korban. Dalam periode tersebut, peretas secara spesifik mengidentifikasi satu alamat deposit yang digunakan untuk penyelesaian transaksi OTC.

Penyerang kemudian menggunakan perangkat lunak pembuat vanity address untuk merekayasa wallet tiruan. Alamat palsu ini memiliki karakter alfanumerik awal dan akhir yang persis sama dengan alamat tujuan yang seharusnya digunakan korban.

Teknik address poisoning mengandalkan kebiasaan pengguna yang hanya memeriksa beberapa karakter pertama dan terakhir dari string heksadesimal yang panjang. Dalam kasus ini, alamat palsu dan alamat OTC yang sah nampak identik hanya dengan sekali pandang.

  • Baca Juga: AS Curi Bitcoin Senilai US$15 Miliar Milik Raja Scam Cina? Begini “Caranya”

Langkah awal penyerang adalah mengirim transaksi kecil ke wallet korban, sebuah taktik yang bertujuan mengisi log aktivitas pengguna. Strategi ini memastikan alamat yang telah terkontaminasi muncul paling atas dalam riwayat “transaksi terbaru”.

Dengan mengandalkan daftar yang telah terkompromi tersebut, korban tanpa sadar menyalin alamat yang sudah teracuni, alih-alih alamat yang sah, ketika hendak memindahkan dana senilai US$12,4 juta (Rp208,3 miliar).

Serangan Address Poisoning.Serangan Address Poisoning | Sumber: Scam Sniffer

Insiden ini menjadi pencurian besar kedua bernilai delapan digit yang terjadi melalui vektor serangan serupa dalam beberapa pekan terakhir. Bulan lalu, seorang trader kripto lain kehilangan sekitar US$50 juta melalui skema yang hampir identik.

Pelaku industri berpendapat bahwa serangan semacam ini terus bermunculan karena antarmuka wallet kerap memotong tampilan alamat demi menghemat ruang layar. Pilihan desain tersebut secara efektif menyembunyikan karakter tengah, yakni bagian krusial tempat perbedaan alamat berada.

Di sisi lain, pelanggaran ini memunculkan pertanyaan serius terkait protokol verifikasi di kalangan investor kelas institusional.

  • Baca Juga: Scammer Kripto Kini Menyamar Jadi Polisi untuk Curi Jutaan Dolar

Jika trader ritel umumnya mengandalkan metode salin-tempel alamat, entitas yang memindahkan dana bernilai jutaan dolar biasanya menerapkan prosedur whitelisting yang ketat serta melakukan transaksi uji coba.

Oleh karena itu, perusahaan keamanan blockchain Scam Sniffer mendesak investor untuk menghentikan ketergantungan pada riwayat transaksi dalam pembayaran kripto berulang. Sebagai gantinya, mereka merekomendasikan penggunaan buku alamat terverifikasi yang bersifat permanen untuk memitigasi risiko spoofing antarmuka.

Bagaimana pendapat Anda tentang scam address poisoning yang menyasar investor kripto ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.

USD1 Genesis: 0 Biaya + 12% APR

USD1 Genesis: 0 Biaya + 12% APRUSD1 Genesis: 0 Biaya + 12% APR

Pengguna baru: stake hingga 600% APR Waktu terbatas!