Harga Solana mengalami rebound tajam setelah salah satu penurunan terbesarnya. setelah breakdown dari channel menurun pada 4 Februari, SOL anjlok hampir 30% hingga mendekati US$67. Sejak itu, token ini sudah pulih lebih dari 15% dan naik ke area sekitar US$78.
Sekilas, rebound ini memang terlihat menjanjikan. namun, data on-chain menunjukkan bahwa pemulihan ini mungkin lebih didorong spekulasi jangka pendek, bukan oleh permintaan jangka panjang yang kuat. Pola historis memperlihatkan bahwa pemulihan seperti ini seringkali cepat memudar ketika arus dana spekulatif menguat. Data sekarang juga menandakan bahwa Solana masih berisiko turun lebih jauh jika satu level penting belum berhasil direbut kembali.
Penurunan Solana semakin cepat setelah harga menembus tegas garis bawah channel menurun pada 4 Februari, sejalan dengan analisis harga SOL sebelumnya.
Begitu support garis bawah gagal bertahan, SOL langsung bergerak ke target penurunan sekitar US$67 dengan menyelesaikan koreksi hampir 30% dari level tertinggi terakhir.
Ingin insight token seperti ini? Daftar Newsletter Harian Kripto Editor Harsh Notariya di sini.
Setelah menyentuh zona US$67, pembeli masuk dan memicu rebound ke US$78. Walau pergerakan ini menandakan pemulihan lebih dari 15%, struktur teknikal secara keseluruhan masih belum membaik.
Rebound serupa sebelumnya juga sering terjadi setelah penurunan tajam, tapi jarang menjadi pembalikan tren yang kuat kecuali didukung akumulasi besar. Sampai saat ini, lonjakan harga terbaru belum menunjukkan konfirmasi karena karakter pembelinya masih menjadi perhatian.
Data on-chain memperlihatkan bahwa rebound Solana terutama didorong oleh holder jangka pendek, bukan investor jangka panjang. Berdasarkan metrik HODL waves—yang memisahkan wallet berdasarkan lamanya memegang—kelompok satu hari hingga satu minggu meningkatkan porsi pasokan dari 4,49% ke 6,08% di antara 4 Februari hingga 6 Februari.
Peningkatan tajam ini menandakan arus masuk dana spekulatif dalam waktu singkat. Jika melihat riwayat, kelompok ini biasanya cepat menjual saat pasar melemah, sehingga aktivitas membeli mereka kurang dapat diandalkan untuk mendukung reli jangka panjang.
Pola ini juga sempat muncul pada akhir Januari. Pada 27 Januari, holder jangka pendek menguasai sekitar 5,26% pasokan. Lalu per 31 Januari, porsinya turun menjadi 4,38% karena mereka banyak menjual di saat harga tertekan. Dalam periode itu, harga Solana turun dari sekitar US$127 ke US$105, atau sekitar 17% penurunan.
Perilaku ini menunjukkan bahwa pembeli jangka pendek bisa keluar dengan sangat cepat begitu momentum melemah. Dengan porsi mereka kembali naik saat ini, reli yang terjadi baru-baru ini bisa saja gagal jika tekanan jual datang lagi.
Di saat bersamaan, holder jangka panjang masih terus mengurangi eksposur. Metrik Hodler net position change—yang melacak kepemilikan investor jangka panjang—turun dari sekitar 2,87 juta SOL pada 3 Februari ke sekitar 2,37 juta SOL di 5 Februari. Ini berarti terjadi penurunan 17% hanya dalam dua hari, di tengah penurunan harga.
Ini menunjukkan investor yang sudah memegang lebih dari 155 hari masih memilih mendistribusikan daripada mengakumulasi.
Jika pembeli jangka pendek semakin agresif sementara holder jangka panjang justru keluar, biasanya itu menandakan kondisi pasar yang lemah. Ketidakseimbangan ini memberi sinyal keyakinan masih tipis, sehingga reli baru bukan didorong aliran modal besar yang kuat.
Struktur harga Solana mencerminkan kelemahan yang sama seperti tercermin dalam data on-chain.
Level krusial pertama yang wajib diamati adalah US$93. Untuk merebut kembali zona ini, harga harus naik hampir 19% dari posisi sekarang dan itu akan menjadi sinyal perbaikan struktur pasar sekaligus naiknya kepercayaan holder. Jika belum mampu breakout kuat di atas level ini, setiap upaya naik sepertinya akan langsung terbentur tekanan jual.
Di atas US$93, resistance yang lebih kuat berada di sekitar US$105 dan US$121, yaitu area di mana sebelumnya telah terjadi breakdown. Solana perlu merebut kembali zona-zona ini sebelum pemulihan jangka menengah bisa terkonfirmasi.
Di sisi bawah, wilayah US$67 tetap menjadi support yang sangat krusial. Level ini menjadi titik terendah siklus terbaru kemarin. Jika harga menembus US$67 secara berkelanjutan, target penurunan berikutnya ada di sekitar US$59.
Jika US$59 juga gagal bertahan, Solana bisa memasuki fase koreksi yang lebih dalam sehingga support-support rendah berikutnya akan diuji. Kondisi seperti ini kemungkinan besar juga diiringi dengan aksi jual tambahan dari holder jangka pendek dan distribusi yang terus berlanjut dari investor jangka panjang.
Sampai Solana berhasil merebut kembali US$93—dengan catatan akumulasi jangka panjang mulai kembali masuk dan aktivitas spekulatif sudah mereda—pemantulan harga yang terjadi secara teknikal dan struktural masih tergolong lemah. Dalam kondisi seperti sekarang, setiap lonjakan harga masih rentan mengalami pembalikan secara cepat.

