Pada 6 Februari 2026, saham Bitfarms melonjak 16%, mencapai sekitar $2 per saham setelah perusahaan mengumumkan peralihan dari penambangan bitcoin untuk fokus pada infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dan komputasi kinerja tinggi (HPC).
Berita tersebut muncul setelah Bitfarms mengonfirmasi rencananya untuk memindahkan perusahaan induknya dari Kanada ke Delaware dan melakukan rebranding dengan nama Keel Infrastructure. Rebranding ini merupakan tahap akhir dari transformasinya.
Pengumuman ini datang di saat pasar cryptocurrency yang lebih luas menghadapi tantangan. Meskipun terjadi penjualan besar-besaran baru-baru ini yang menyebabkan sekitar $750 miliar terhapus dari kapitalisasi pasar global, Bitfarms berhasil menonjol dengan transisi beraninya. Perubahan strategis ini memicu optimisme investor, mendorong nilai saham perusahaan naik.
Rebranding dan Akses Pasar AS
Dalam langkah yang bertujuan untuk meningkatkan akses ke pasar modal AS, Bitfarms mengungkapkan bahwa mereka akan memindahkan domisili perusahaan induknya ke Delaware, dengan persetujuan pemegang saham dan bursa. Rapat pemegang saham dijadwalkan pada 20 Maret 2026, dengan transaksi diperkirakan selesai sekitar 1 April 2026.
Sebagai bagian dari rebranding, perusahaan akan mengadopsi simbol ticker baru di Nasdaq dan Bursa Saham Toronto—KEEL. Rebranding ini juga merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk sepenuhnya beralih dari ketergantungan sebelumnya pada operasi cryptocurrency dan fokus pada teknologi masa depan seperti AI dan HPC.
CEO Ben Gagnon menekankan bahwa perusahaan kini memposisikan dirinya sebagai penyedia infrastruktur daripada operasi penambangan bitcoin. "Kami bukan lagi perusahaan Bitcoin," kata Gagnon dalam sebuah pernyataan, menggarisbawahi pergeseran perusahaan menuju pengembangan dan pengoperasian pusat data AI dan komputasi kinerja tinggi.
Kesehatan Keuangan dan Manajemen Utang
Pengumuman penting lainnya oleh Bitfarms adalah keputusannya untuk melunasi fasilitas utang senilai $300 juta dengan Macquarie Group. Pada awal Februari, sekitar $100 juta telah ditarik dari fasilitas tersebut, dengan perusahaan diperkirakan akan mengurangi likuiditasnya sekitar $50 juta setelah pelunasan. Meskipun demikian, Bitfarms melaporkan likuiditas bersih sekitar $698 juta, yang sebagian besar terdiri dari uang tunai tanpa batasan dan beberapa kepemilikan bitcoin.
Matthew Sigel, Kepala Riset Digital Assets di VanEck, menyebut pelunasan utang sebagai "keputusan yang baik." Dia mencatat bahwa neraca keuangan yang kuat dari perusahaan akan membantunya melewati penurunan pasar yang sedang berlangsung sambil melanjutkan proyek pengembangannya di sektor AI.
Fokus pada Pusat Data AI dan Pertumbuhan Masa Depan
Saat Bitfarms bertransisi dari operasi penambangan kripto, perusahaan berencana untuk fokus secara intensif pada pengembangan pusat data AI di seluruh Amerika Utara. Pergeseran perusahaan menuju pusat data berorientasi AI sejalan dengan permintaan yang terus meningkat untuk infrastruktur AI dan daya komputasi. Bitfarms diharapkan memperluas jejaknya, memanfaatkan kekuatan keuangannya untuk mendanai proyek di berbagai negara bagian.
Transisi ini dipandang sebagai langkah positif dalam mendiversifikasi bisnis Bitfarms dan memanfaatkan pasar yang berkembang pesat. Perusahaan akan memainkan peran dalam sektor AI dan HPC yang berkembang, yang sangat penting untuk memenuhi permintaan masa depan akan daya komputasi.
Postingan Saham Bitfarms Melonjak 16% saat Menyelesaikan Transisi ke Infrastruktur AI pertama kali muncul di CoinCentral.

