Blockchain Stable Mainnet resmi mengaktifkan upgrade jaringan v1.2.0, sebuah pembaruan infrastruktur penting yang mentransisikan pembayaran gas fee native ke USBlockchain Stable Mainnet resmi mengaktifkan upgrade jaringan v1.2.0, sebuah pembaruan infrastruktur penting yang mentransisikan pembayaran gas fee native ke US

Stable Mainnet Upgrade, Gunakan USDTO sebagai Gas Fee Native

2026/02/08 13:07
durasi baca 4 menit

Blockchain Stable Mainnet resmi mengaktifkan upgrade jaringan v1.2.0, sebuah pembaruan infrastruktur penting yang mentransisikan pembayaran gas fee native ke USDTO, stablecoin yang dipatok terhadap dolar AS.

Langkah ini menjadi terobosan signifikan dalam meningkatkan pengalaman pengguna (user experience/UX) sekaligus menurunkan hambatan adopsi bagi pengguna baru di ekosistem blockchain.

Dengan upgrade ini, pengguna tidak lagi perlu melakukan proses wrap dan unwrap token untuk membayar biaya transaksi.

Selain itu, Coinmarketcal menyebut bahwa Stable Mainnet juga menghadirkan peningkatan pada aspek observabilitas staking, memungkinkan pemantauan aktivitas staking yang lebih transparan dan informatif.

Baca Juga: Citrea Luncurkan Mainnet untuk Skalabilitas Bitcoin

USDTO sebagai Gas Fee Native: Apa Artinya?

Pada sebagian besar blockchain, gas fee biasanya dibayarkan menggunakan token native jaringan yang harganya volatil.

Kondisi ini sering kali menjadi sumber kebingungan, terutama bagi pengguna baru yang harus membeli token native terlebih dahulu, mengelola fluktuasi harga token, dan melakukan konversi atau wrapping token.

Dengan menjadikan USDTO sebagai gas fee native, Stable Mainnet menyederhanakan proses tersebut secara drastis.

Pengguna kini dapat membayar biaya transaksi langsung menggunakan stablecoin dengan nilai yang stabil, tanpa perlu memahami mekanisme teknis tambahan.

Pendekatan ini selaras dengan tren baru dalam desain blockchain yang semakin menitikberatkan pada kesederhanaan UX dan adopsi mainstream.

Menghilangkan Friksi Wrap/Unwrap Token

Salah satu poin utama dari upgrade v1.2.0 adalah penghapusan friksi wrap/unwrap token.

Dalam praktik sebelumnya, pengguna kerap dihadapkan pada langkah tambahan untuk mengonversi aset tertentu agar bisa digunakan sebagai gas fee.

Friksi semacam ini terbukti menjadi penghambat adopsi, terutama bagi pengguna non-teknis, pengembang aplikasi yang menargetkan pasar massal, dan proyek Web2 yang ingin masuk ke Web3.

Dengan model baru ini, Stable Mainnet menghadirkan pengalaman yang lebih mendekati aplikasi keuangan tradisional, namun tetap mempertahankan sifat desentralisasi blockchain.

Peningkatan Observabilitas Staking

Selain perubahan pada sistem gas fee, upgrade v1.2.0 juga membawa peningkatan pada observabilitas staking.

Fitur ini memungkinkan pengguna dan validator untuk memantau performa staking secara real-time, mendapatkan visibilitas yang lebih jelas terhadap reward, dan mengidentifikasi potensi risiko atau anomali.

Transparansi staking menjadi faktor krusial dalam membangun kepercayaan pengguna, khususnya di jaringan yang menargetkan pertumbuhan jangka panjang dan partisipasi komunitas yang luas.

Perspektif Research: Dampak terhadap Adopsi

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa keputusan menggunakan stablecoin sebagai gas fee native merupakan langkah strategis yang berdampak langsung pada adopsi.

“Penggunaan stablecoin sebagai gas native meningkatkan UX secara signifikan, menurunkan barrier to entry bagi pengguna mainstream. Ini adalah upgrade infrastruktur yang krusial untuk adopsi,” jelas tim Research Tokocrypto.

Menurut mereka, kompleksitas teknis sering menjadi alasan utama pengguna ritel enggan menggunakan aplikasi blockchain.

Dengan menyederhanakan mekanisme biaya transaksi, Stable Mainnet membuka peluang integrasi yang lebih luas dengan aplikasi konsumen, fintech, hingga layanan berbasis Web2.

Implikasi bagi Developer dan Ekosistem

Bagi developer, model gas fee berbasis USDTO menawarkan sejumlah keuntungan, mulai dari prediktabilitas biaya transaksi; pengalaman onboarding pengguna yang lebih mulus; hingga pengurangan kebutuhan edukasi teknis terkait token native.

Hal ini berpotensi mendorong lahirnya lebih banyak dApp yang berfokus pada use case nyata seperti pembayaran, remittance, dan aplikasi keuangan sehari-hari.

Di sisi ekosistem, Stable Mainnet memposisikan diri sebagai jaringan yang ramah pengguna dan siap bersaing dalam lanskap blockchain yang semakin kompetitif.

Baca Juga: Stablecoin vs Altcoin Apa Bedanya? Pelajari Perbedaannya Sebelum Membeli

Upgrade Stable Mainnet v1.2.0 menandai langkah penting dalam evolusi desain blockchain yang berorientasi pada pengguna.

Dengan mentransisikan gas fee native ke USDTO, jaringan ini berhasil menghilangkan friksi teknis yang selama ini menghambat adopsi, sekaligus meningkatkan transparansi staking.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa inovasi blockchain tidak selalu harus berfokus pada kecepatan atau skalabilitas semata, tetapi juga pada kesederhanaan dan kenyamanan pengguna.

Jika diimplementasikan secara konsisten, strategi ini berpotensi menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan ekosistem Stable Mainnet dalam jangka panjang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

The post Stable Mainnet Upgrade, Gunakan USDTO sebagai Gas Fee Native appeared first on Tokocrypto News.

Peluang Pasar
Logo native coin
Harga native coin(NATIVE)
$0.00001759
$0.00001759$0.00001759
-14.90%
USD
Grafik Harga Live native coin (NATIVE)
Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.