Cryptoharian – Saham Coinbase (COIN) melemah lebih dari 5 persen pada Rabu (11/2/2026). Penurunan ini memperpanjang tren menjelang rilis laporan kinerja kuartal IV. Tekanan datang dari kombinasi sentimen negatif pasar kripto, kekhawatiran soal pendapatan transaksi ritel, serta gelombang pemangkasan target harga dari analis Wall Street.
Coinbase, salah satu bursa kripto terbesar di Amerika, turun ke area US$ 154. Level ini jauh dari puncak yang sempat diraih di harga US$ 339, kemudian turun ke US$ 290 meski tetap mempertahankan rekomendasi overweight.
Cantor Fitzgerald memangkas target dari US$ 277 ke US$ 221, sementara CItigroup menurunkan target dari US$ 500 menjadi US$ 400. Di sisi paling bearish, analis Compass Point Ed Engel memangkas target dari US$ 230 ke US$ 190 dan tetap memasang rating jual.
Sentimen semakin berat setelah saham Robinhood anjlok lebih dari 10 persen usai merilis laporan keuangan. Salah satu sorotan utamanya adalah pendapatan kripto Robinhood yang turun lebih dari 38 persen pada kuartal IV, setelah sebelumnya sempat mencatat pertumbuhan tiga digit.
Pergerakan tersebut menjadi lampu kuning bagi investor, karena Coinbase juga sangat bergantung pada aktivitas perdagangan kripto, terutama dari sisi ritel.
Dengan latar tersebut, pasar mulai bersiap terhadap kemungkinan hasil yang mengecewakan dari Coinbase. Data pihak ketiga menunjukkan volume transaksi ritel Coinbase turun sekitar 15 persen, seiring pelemahan Bitcoin dan altcoin.
Baca Juga: Akses Terbatas ke Bank Sentral Jadi Medan Baru Persaingan Fintech dan Perbankan
Konsensus analis saat ini memperkirakan pendapatan kuartal IV Coinbase berada di sekitar US$ 1,84 miliar, turun tajam dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Estimasi tersebut juga memperhitungkan kontribusi dari Derbit, perusahaan yang diakuisisi Coinbase tahun lalu. Jika proyeksi ini akurat, maka pendapatan tahunan Coinbase diperkirakan turun sekitar 19,1 persen menjadi US$ 7,24 miliar.
Kekhawatiran tidak berhenti di kuartal IV. Sejumlah pelaku pasar menilai kuartal I juga berisiko lemah jika tekanan di pasar kripto berlanjut, terutama dengan Bitcoin yang kembali turun ke sekitar US$ 67.000 dan arus keluar dari ETF kripto yang masih terjadi.
Kondisi ini ikut menjelaskan mengapa Ark Invest milik Cathie Wood disebut mengurangi eksposur pada saham Coinbase.
Dari sisi teknikal, grafik timeframe mingguan menunjukkan COIN telah merosot tajam dari puncak US$ 445 pada Juli 2025 ke area US$ 153 saat ini. Saham juga turun menembus level retracement Fibonacci 61,8 persen di sekitar US$ 190, dan kini berada dekat di area support penting yang beberapa kali menahan penurunan sejak 2024. Di saat yang sama, harga juga berada di bawah EMA 50 minggu dan EMA 100-minggu.


