Polygon kembali mempertegas ambisinya di ranah adopsi institusional dengan resmi bergabung ke Enterprise Ethereum Alliance (EEA). Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun resmi X Polygon.
Langkah ini difokuskan pada pengembangan “Open Money Stack”, sebuah infrastruktur payment rails yang dirancang untuk menjembatani sistem keuangan tradisional dengan ekosistem on-chain secara instan, andal, dan compliant.
Bergabungnya Polygon ke EEA dinilai sebagai sinyal kuat bahwa persaingan blockchain kini tidak hanya soal DeFi atau NFT, tetapi juga infrastruktur pembayaran global untuk institusi.
Baca Juga: Harga POL Masih $0,19, Polygon Justru Meledak $3,50 Miliar Payments
Enterprise Ethereum Alliance merupakan konsorsium global yang beranggotakan perusahaan teknologi, institusi keuangan, startup blockchain, hingga pelaku industri besar yang berfokus pada pengembangan standar enterprise berbasis Ethereum.
Keanggotaan dalam EEA memberi akses pada standar interoperabilitas enterprise, framework compliance dan regulasi, kolaborasi lintas industri, serta pengembangan use-case pembayaran dan settlement berskala besar.
Dengan bergabungnya Polygon, jaringan ini semakin memosisikan diri sebagai infrastruktur blockchain yang siap digunakan oleh institusi keuangan arus utama.
Polygon menargetkan pembangunan “Open Money Stack”, yakni lapisan infrastruktur pembayaran yang memungkinkan:
Konsep ini bertujuan menciptakan jembatan antara dunia Web2 dan Web3, di mana dana dapat berpindah secara real-time tanpa hambatan teknis maupun regulasi.
Dalam konteks ini, Polygon ingin menjadi payment rails institusional, bukan sekadar jaringan untuk aplikasi kripto-native, tetapi juga untuk transaksi lintas sistem keuangan global.
Tim Research Tokocrypto menilai langkah Polygon ini sebagai penguatan strategi jangka panjang di sektor enterprise.
“Masuknya Polygon ke EEA mempertegas strategi enterprise adoption. Jika kolaborasi ini berujung integrasi pembayaran dan standar compliance yang jelas, utilitas jaringan untuk transaksi institusional bisa naik. Tantangannya: kebutuhan SLA, kepatuhan, dan integrasi legacy biasanya jauh lebih berat dibanding use-case crypto-native,” ujar Tim Research Tokocrypto.
Menurut mereka, adopsi institusi tidak hanya soal teknologi, tetapi juga kesiapan operasional.
Institusi besar memerlukan service Level Agreement (SLA) yang ketat, jaminan keamanan dan audit, kepatuhan regulasi lintas yurisdiksi, serta integrasi dengan sistem core banking dan ERP legacy.
Hal-hal tersebut sering kali jauh lebih kompleks dibanding pengembangan aplikasi DeFi biasa.
Pergerakan harga Polygon (POL/USDT) pada Kamis, 12 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Jika kolaborasi dengan EEA berhasil diwujudkan dalam bentuk integrasi nyata, utilitas jaringan Polygon berpotensi meningkat signifikan, terutama dalam:
Dengan biaya transaksi rendah dan skalabilitas tinggi, Polygon memang memiliki keunggulan teknis untuk mendukung use-case pembayaran skala besar.
Meski prospeknya menjanjikan, tantangan terbesar ada pada integrasi sistem lama (legacy systems). Banyak institusi masih menggunakan infrastruktur IT yang kompleks dan tertutup.
Transisi menuju sistem berbasis blockchain memerlukan penyesuaian regulasi internal, pengujian keamanan berlapis, migrasi data dan sistem, serta sinkronisasi standar compliance.
Tanpa roadmap implementasi yang jelas, proyek enterprise blockchain berisiko berhenti pada tahap proof-of-concept.
Langkah Polygon ini juga memperlihatkan arah persaingan yang semakin ketat di sektor blockchain enterprise.
Sejumlah jaringan lain seperti Ethereum, Avalanche, dan beberapa solusi Layer-2 juga aktif mengincar pasar institusional.
Namun, keunggulan Polygon terletak pada kombinasi ekosistem developer yang matang, infrastruktur modular, biaya rendah, dan kompatibilitas penuh dengan Ethereum.
Jika Open Money Stack benar-benar terealisasi, Polygon dapat memperkuat posisinya sebagai jembatan utama antara keuangan tradisional dan ekonomi on-chain.
Baca Juga: Harga POL Masih $0,19, Polygon Justru Meledak $3,50 Miliar Payments
Bergabungnya Polygon ke Enterprise Ethereum Alliance bukan sekadar langkah simbolis, melainkan strategi serius untuk menembus pasar pembayaran institusional.
Fokus pada Open Money Stack menandakan ambisi membangun infrastruktur settlement instan dan compliant yang mampu menghubungkan dunia tradisional dengan blockchain.
Namun, keberhasilan inisiatif ini akan sangat ditentukan oleh kemampuan Polygon memenuhi standar SLA, compliance, dan integrasi sistem legacy yang menjadi tuntutan utama institusi.
Jika tantangan tersebut dapat diatasi, utilitas dan relevansi Polygon dalam ekosistem keuangan global berpotensi meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post Polygon Gabung Enterprise Ethereum Alliance, Bisa Dorong Harga? appeared first on Tokocrypto News.

