Cryptoharian – Mantan CEO Binance Changpeng Zhao (CZ) kembali turun tangan membela bursa kripto tersebut. Kali ini, ia membantah rumor lama yang kembali beredarCryptoharian – Mantan CEO Binance Changpeng Zhao (CZ) kembali turun tangan membela bursa kripto tersebut. Kali ini, ia membantah rumor lama yang kembali beredar

CZ Bantah Rumor Binance Raup 60.000 BTC di BitMEX Saat Crash 2020

2026/02/14 15:04
durasi baca 3 menit

Cryptoharian – Mantan CEO Binance Changpeng Zhao (CZ) kembali turun tangan membela bursa kripto tersebut. Kali ini, ia membantah rumor lama yang kembali beredar di media sosial. Rumor tersebut menuding Binance berdagang di platform derivatif BitMEX dan meraup keuntungan besar, bahkan disebut mencapai US$ 60.000 BTC, dengan memanfaatkan dana klien saat gejolak pasar pada awal pandemi.

CZ merespons setelah akun X @ThinkingUSD mengklaim bahwa Binance merupakan entitas paling “menguntungkan” di BitMEX pada 12 Maret 2020, hari ketika pasar global ambruk dan Bitcoin terjun bebas.

Dalam narasinya, Binance disebut memperoleh lebih dari US$ 240 juta dengan “meng-hedge” posisi pelanggan, serta melakukan penarikan terbesar dan mencatat PnL tertinggi di platform tersebut pada hari yang sama.

CZ pun langsung menepis klaim tersebut secara tegas. Ia menyebutnya sebagai fake news dan menilai tuduhan tersebut dibuat tanpa adanya bukti.

“Mereka sekarang asal membuat-buat. Tidak tahu apa tujuan mereka. Saya kasihan pada orang yang percaya tanpa melihat bukti,” ungkap tulisnya di platform X.

Lebih jauh, CZ menyatakan Binance tidak pernah berdagang di BitMEX. Ia bahkan menyinggung co-founder BitMEX, yakni Arthur Hayes dengan menyiratkan bahwa ‘temannya’ akan tahu jika benar ada penarikan dan keuntungan sebesar itu.

Di sisi lain, dia juga menyoroti aspek proporsional BitMEX, yakni proses penarikan dana yang disebutnya hanyak dilakukan sekali per hari, sehingga klaim tentang pergerakan penarikan ‘raksasa’ dan detail profit pada momen itu dinilainya tidak masuk akal.

Dalam balasan lain di kolom komentarnya, CZ juga menyindir bahwa rumor seperti itu bisa saja sengaja disebar untuk menarik pengguna yang kurang paham ke platform lain. Ini merupakan sebuah taktik yang menurutnya kerap terjadi saat sentimen pasar sedang rapuh.

Konteksnya memang sensitif. Pada Maret 2020 lalu, Bitcoin sempat anjlok dari sekitar US$ 8.000 ke kisaran US$ 3.800 hanya dalam hitungan jam. Hal ini pun memicu krisis likuiditas di berbagai bursa ketika tekanan jual tak terserap oleh order beli.

Baca Juga: Bhutan Kini Pegang 5.600 BTC, Kepemilikan Turun Hampir 60 Persen Sejak Oktober

BitMEX, yang kala itu termasuk bursa derivatif paling aktif, juga mengalami gelombang likuidasi besar, dan peristiwa itu masih dikenang sebagai salah satu hari paling brutal dalam sejarah pasar kripto modern. Di pasar tradisional, gejolak serupa terjadi ketika indeks saham Amerika terguncang dan aset global bergerak liar.

Sorotan terhadap BitMEX sendiri juga punya sejarah panjang. Sekitar dua bulan setelah periode itu, Arthur Hayes dijatuhi hukuman tahanan rumah terkait pelanggaran Bank Secrecy Act. Otoritas Amerika menilai BitMEX gagal menjalankan standar kepatuhan anti pencucian uang, dan platform tersebut kemudian menyelesaikan perkara dengan membayar denda ke otoritas, meski tanpa mengakui ataupun menyangkal sejumlah tuduhan spesifik.

CZ menempatkan bantahan terbarunya dalam pola yang lebih besar. Menurutnya, belakangan Binance menjadi sasaran gelombang komentar negatif sejak Oktober tahun lalu.

Ia menyebut beberapa tuduhan yang sebelumnya sempat beredar, mulai dari klaim Binance membuang Bitcoin untuk memicu aksi jual akhir pekan, hingga rumor bahwa bursa tersebut menjual US$ 1 miliar Bitcoin untuk menjatuhkan harga ke level tertentu.

Dalam versi CZ, perubahan saldo dompet Binance sebagian besar terjadi saat pengguna menarik aset, karena banyak pengguna menyimpan dana di Binance layaknya dompet dan melakukan transaksi di dalam platform.

Ia juga sempat menanggapi spekulasi terkait strategi SAFU, dana cadangan darurat Binance, yang disebut dikonversi dari stablecoin ke Bitcoin dalam beberapa tahap. Menurutnya, pembelian seperti itu lebih masuk akal dilakukan bertahap dan melalui likuiditas bursa terpusat, bukan lewat DEX.

Peluang Pasar
Logo Bitcoin
Harga Bitcoin(BTC)
$69,713.76
$69,713.76$69,713.76
+1.47%
USD
Grafik Harga Live Bitcoin (BTC)
Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.