Cryptoharian – Bitcoin (BTC) menunjukkan tanda-tanda stabililisasi setelah beberapa pekan bergerak liar. Hal ini memunculkan pertanyaan besar di pasar, yakni apakah fase crash terbaru sudah mendekati akhir? Sejumlah pola pada grafik mengarah ke potensi pemulihan jangka pendek, meski sinyal pada timeframe lebih besar masih menyisakan resiko lanjutan.
Menurut analis Gareth Soloway, Bitcoin belakangan memantul dengan cukup ‘sehat’ dan mulai membentuk struktur konsolidasi setelah kenaikan kecil. Pola seperti ini sering dibaca sebagai bull flag, ketika harga naik, lalu bergerak mendatar dalam rentang sempit, sebelum mencoba naik lagi. Dalam banyak kasus, formasi ini bisa memicu reli jangka pendek, terutama bila pembeli terus mempertahankan area support terdekat.
Secara sederhana, harga yang bertahan dan tidak jatuh tajam memberi sinyal bahwa tekanan jual mulai mereda. Selama Bitcoin tetap bergerak di dalam rentang konsolidasi tersebut, peluangnya condong ke arah kenaikan bertahap dalam waktu dekat.
Jika pola konsolidasi ini selesai terbentuk dan terjadi dorongan lanjutan, Soloway menilai Bitcoin berpotensi menggelar relief rally menuju area US$ 80.000, dengan ruang kenaikan lanjutan hingga sekitar US$ 85.000.
Baca Juga: Bitcoin Kembali ‘PDKT’ ke US$ 70.000 Usai Rilis Data Inflasi AS
Namun, zona ini juga diperkirakan menjadi area resistensi kuat karena di level tersebut sebelumnya banyak terjadi aktivitas jual. Artinya, sekalipun harga sampai ke sana, pasar belum otomatis kembali ke tren bullish jangka panjang, itu bisa saja hanya fase pemulihan setelah penurunan tajam.
Meski sinyal jangka pendek membaik, peta besar sepenuhnya ‘aman’. Pada timeframe lebih tinggi, masih terlihat struktur teknikal yang berpotensi bearish, termasuk pola head-and-shoulder yang sering dikaitkan dengan fase turun yang lebih panjang. Bila pola itu benar-benar terkonfirmasi, skenario penurunan lebih dalam tetap terbuka, bahkan menuju area yang jauh lebih rendah.
Karena ketidakpastian itu, sebagian investor jangka panjang cenderung memilih pendekatan akumulasi bertahap alih-alih mencoba menebak titik bottom yang presisi. Strategi ini memberi peluang ikut “naik” jika pemulihan berlanjut, sambil tetap menjaga risiko bila pasar kembali melemah.
Menariknya, sentimen kripto beberapa pekan terakhir cenderung lesu. Secara historis, kondisi bearish ekstrem kadang muncul di dekat titik balik jangka pendek. Selain Bitcoin, beberapa altcoin besar seperti Ethereum, Solana dan XRP juga mulai memperlihatkan pola pemulihan kecil.


