Risiko komputasi kuantum mulai membebani valuasi relatif Bitcoin (BTC) terhadap emas, menurut analis Willy Woo. Perkembangan komputasi kuantum telah menimbulkanRisiko komputasi kuantum mulai membebani valuasi relatif Bitcoin (BTC) terhadap emas, menurut analis Willy Woo. Perkembangan komputasi kuantum telah menimbulkan

Ancaman Kuantum Terhadap Valuasi Bitcoin

2026/02/16 18:35
durasi baca 3 menit

Risiko komputasi kuantum mulai membebani valuasi relatif Bitcoin (BTC) terhadap emas, menurut analis Willy Woo.

Perkembangan komputasi kuantum telah menimbulkan kekhawatiran di sektor teknologi dan keuangan, karena kemajuan di masa depan berpotensi merusak standar enkripsi saat ini. Walaupun kemampuan tersebut belum dianggap akan terjadi dalam waktu dekat, ancaman jangka panjang itu menimbulkan pertanyaan tentang model keamanan Bitcoin dan bagaimana pasar menilai ketidakpastian itu.

Apakah Quantum Computing Sudah Masuk ke Dalam Persamaan Valuasi Bitcoin?

Woo berpendapat bahwa selama 12 tahun terakhir, keunggulan Bitcoin terhadap emas telah runtuh, menandakan pergeseran struktural yang signifikan. Ia menunjuk pada meningkatnya kesadaran pasar terhadap risiko komputasi kuantum sebagai alasan perubahan ini.

  • Baca Juga: Bitcoin Reli, Profit Holder Tembus 90% di Tengah Risiko Crash ke US$58.000
Valuasi Bitcoin Terhadap Emas Mematahkan Tren 12 Tahun seiring Meningkatnya Kesadaran Komputasi KuantumValuasi Bitcoin Terhadap Emas Mematahkan Tren 12 Tahun seiring Meningkatnya Kesadaran Komputasi Kuantum | Sumber: X/Willy Woo

Keamanan Bitcoin mengandalkan elliptic curve cryptography (ECDSA di atas secp256k1). Sebuah komputer kuantum yang cukup canggih dan tahan kesalahan dengan algoritma Shor berpotensi mengambil private key dari public key yang terekspos dan membahayakan aset di address on-chain terkait.

Teknologi seperti itu belum mampu menembus enkripsi Bitcoin. Meski begitu, Woo menyoroti, kekhawatiran utama adalah potensi aktifnya kembali sekitar 4 juta BTC yang disebut “hilang”. Jika terobosan kuantum membuat koin-koin itu bisa diakses, supply Bitcoin bisa bertambah karena koin-koin itu masuk kembali ke pasar.

Untuk menggambarkan skalanya, Woo menjelaskan bahwa korporasi yang mengikuti strategi MicroStrategy tahun 2020 dan ETF Bitcoin spot telah mengumpulkan sekitar 2,8 juta BTC. Jika 4 juta koin hilang kembali ke peredaran, jumlah itu melebihi akumulasi perusahaan-perusahaan tersebut, setara dengan sekitar delapan tahun akumulasi skala korporasi dengan kecepatan saat ini.

Menakar Risiko “Q-Day” dalam Jangka Panjang

Ia menyadari kemungkinan besar Bitcoin akan mengadopsi tanda tangan yang tahan kuantum sebelum ada serangan yang benar-benar bisa terjadi. Tapi, upgrade kriptografi tidak serta-merta mengubah status koin-koin tadi.

Analisis Woo tidak bermaksud mengatakan serangan kuantum akan terjadi dalam waktu dekat. Ia justru menempatkan komputasi kuantum sebagai faktor jangka panjang yang kini diperhitungkan dalam valuasi relatif Bitcoin, apalagi dibandingkan emas.

Sementara itu, Charles Edwards, founder Capriole Investments, memberikan perspektif tambahan soal bagaimana risiko kuantum dapat memengaruhi perilaku pasar. Menurut Edwards, kekhawatiran terhadap ancaman kuantum kemungkinan menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga Bitcoin turun.

Ancaman kuantum juga memengaruhi aksi portofolio nyata. Strategis Jefferies, Christopher Wood, menurunkan alokasi Bitcoin sebesar 10% demi menambah porsi emas dan saham pertambangan, dengan alasan kewaspadaan terhadap risiko kuantum. Hal ini menunjukkan bahwa investor institusi memandang komputasi kuantum sebagai risiko besar, bukan sekadar kemungkinan jauh.

Bagaimana pendapat Anda tentang risiko komputasi kuantum terhadap masa depan Bitcoin di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Peluang Pasar
Logo Bitcoin
Harga Bitcoin(BTC)
$68,433.36
$68,433.36$68,433.36
-0.96%
USD
Grafik Harga Live Bitcoin (BTC)
Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.