Jika Consensus Hong Kong 2026 punya tema tidak resmi, temanya bukan Bitcoin atau regulasi. Temanya justru artificial intelligence — dan usaha keras untuk memahaJika Consensus Hong Kong 2026 punya tema tidak resmi, temanya bukan Bitcoin atau regulasi. Temanya justru artificial intelligence — dan usaha keras untuk memaha

Pivot AI Aset Kripto: Hype, Infrastruktur, dan Hitung Mundur Dua Tahun

2026/02/17 12:02
durasi baca 6 menit

Jika Consensus Hong Kong 2026 punya tema tidak resmi, temanya bukan Bitcoin atau regulasi. Temanya justru artificial intelligence — dan usaha keras untuk memahami apa sebenarnya arti AI bagi dunia aset kripto.

AI muncul di hampir semua konteks: dari keynote utama di panggung, panel di acara samping, pertemuan ventura, bahkan suasana setelah konferensi berakhir. Tapi obrolannya tidak seragam. Topiknya mulai dari pejabat pemerintah Hong Kong yang mendukung ekonomi mesin hingga modal ventura yang mengatakan hype AI di kripto sudah berakhir.

Agen AI untuk Perusahaan Sudah Beroperasi

Pada acara samping yang digelar oleh Gate, Sophia Jin, Direktur Teknologi Hong Kong di Byteplus — bagian teknologi perusahaan milik ByteDance — mengungkapkan bahwa beberapa exchange aset kripto besar sudah memakai produk AI agent milik perusahaannya. Ia menjelaskan ada tiga penerapan yang sudah digunakan: layanan pelanggan pintar yang menggabungkan riset mendalam dan pencocokan skenario trading; sistem riset multi-agent yang mengumpulkan data secara paralel; serta otomatisasi alur kerja AML dengan pengawasan manusia dalam tahap pengambilan keputusan.

Hal paling menonjol adalah arsitektur keamanannya. Byteplus memasang pembatas di luar lapisan orkestrasi agent — semacam tombol darurat yang bisa langsung menghentikan agent jika melewati batas yang telah ditentukan. Jin memproyeksikan bahwa dalam dua tahun ke depan, setiap karyawan exchange akan punya asisten AI kelas perusahaan, sementara proses onboarding pengguna baru akan menjadi jauh lebih mudah lewat edukasi personalisasi berbasis AI.

Dua Tahun hingga AI Lebih Pintar dari Anda

Ben Goertzel, CEO marketplace AI terdesentralisasi SingularityNET, memberikan timeline paling provokatif dalam konferensi tersebut. Ia memperkirakan manusia hanya punya waktu kira-kira dua tahun sebelum AI melampaui manusia dalam hal berpikir strategis.

Meskipun proyek Quantium miliknya sudah bisa memprediksi volatilitas Bitcoin jangka pendek dengan akurasi tinggi, Goertzel memaparkan bahwa berpikir strategis untuk jangka panjang masih menjadi keunggulan manusia — setidaknya untuk saat ini. Ia menggambarkan siklus bear saat ini sebagai “stress test” untuk infrastruktur yang nanti akan digunakan oleh artificial general intelligence.

Gracy Chen, CEO Bitget, memberikan pandangan yang lebih realistis. Dalam sebuah panel diskusi mengenai agentic trading, ia membandingkan bot trading AI saat ini dengan staf magang — memang lebih cepat dan murah, tapi tetap perlu pengawasan. Model berbasis data historis belum pernah menghadapi peristiwa seperti likuidasi massal tanggal 10/10, terang Chen, sehingga intervensi manusia tetap dibutuhkan ketika kondisi tidak familiar. Namun dalam tiga hingga lima tahun, ia memperkirakan, AI bisa menggantikan banyak peran manusia.

Saad Naj, CEO startup trading agentic PiP World, menanggapinya dengan menyatakan bahwa manusia mungkin memang bukan standar yang benar. “Sebagai manusia, kita terlalu emosional. Kita tidak bisa bersaing dengan solusi AI,” papar dia, sambil menyoroti bahwa 90% day trader selalu rugi.

Membangun Layer Pembayaran untuk Agen

Jika di panggung utama membicarakan visi masa depan, maka acara-acara samping berfokus membangun fondasinya.

Di acara Stablecoin Odyssey di Soho House, panel bertema “Building Payment Blockchains for the Agentic Economy” membahas infrastruktur apa yang sebenarnya dibutuhkan para AI agent. Nellie Tan, Pimpinan Pembayaran di Monad, memperkenalkan protokol X402 milik Coinbase — standar pembayaran on-chain berbasis HTTP — lalu memaparkan bahwa pembayaran agentic akan menciptakan transaksi “secepat aliran data”, sehingga throughput ribuan hingga jutaan transaksi per detik akan menjadi kebutuhan.

Eddie, CEO payment middleware AEON, mengilustrasikan perubahan ini sebagai pergeseran antarmuka. Ketika konsumen berinteraksi melalui agent AI, bukan lagi aplikasi, maka setiap transaksi bisnis akan dialirkan melalui satu titik — dan urusan terakhir tetap pembayaran. Perusahaannya kini memproses apa yang ia sebut sebagai 80% pembayaran kripto bekerja sama dengan OKX, Bybit, dan beberapa pihak lainnya.

Pertanyaan blockchain mana yang bakal dipilih AI agent masih belum terjawab. Mate Tokay, CMO dari OP_CAT Layer, menggarisbawahi bahwa sampai sekarang belum ada yang tahu apakah agent akan memilih chain berdasarkan data pelatihan, pengalaman, kecepatan, atau faktor keamanan. Jawabannya kemungkinan bergantung pada jenis transaksi — transfer aset besar tentu mengutamakan keamanan, sedangkan pembelian konsumen lebih mementingkan kecepatan.

Aset Kripto sebagai Mata Uang untuk AI — atau Hanya Siklus Hype Lagi?

Dukungan paling mencolok justru datang dari luar industri. Sekretaris Keuangan Hong Kong, Paul Chan Mo-po, memanfaatkan momen kemunculannya untuk menyampaikan bahwa AI agent adalah kekuatan ekonomi yang sangat selaras dengan peran kripto.

CEO Binance, Richard Teng, membawa debat ini lebih jauh. “Kalau Anda memikirkan tentang agentic AI, mulai dari pesan hotel, tiket pesawat, maupun pembelian apapun yang dilakukan, menurut Anda bagaimana transaksi itu terjadi — semuanya akan menggunakan kripto dan stablecoin,” komentar dia. “Jadi, kripto adalah mata uang milik AI, kalau Anda pikirkan.”

Tapi para modal ventura justru menganggap narasi besar “AI + kripto” ini terlalu dibesar-besarkan. Anand Iyer dari Canonical Crypto menyebutnya sebagai masa lesu. “Kita sudah melewati masa penuh gelembung. Sekarang waktunya mencari tahu di mana kekuatan sebenarnya berada,” ujar Iyer. Baik Iyer maupun Kelvin Koh dari Spartan Group pun mengkritik investasi berlebihan di marketplace GPU serta upaya membangun alternatif terdesentralisasi untuk OpenAI atau Anthropic — karena proyek-proyek semacam itu membutuhkan modal luar biasa besar yang tidak dapat dipenuhi oleh ekosistem kripto.

Mereka berdua justru melihat potensi pada solusi yang memang dibuat untuk menyelesaikan masalah spesifik. Data eksklusif, keunggulan regulasi, atau strategi go-to-market yang baik kini lebih penting daripada sekadar inovasi teknis. Saran Koh untuk para founder pun lugas: “Dua belas bulan lalu, sekadar membungkus ChatGPT saja sudah cukup. Sekarang hal itu sudah tidak berlaku.”

Apa yang Sedang Terbentuk

Obrolan di antara para pelaku industri mengarah pada sebuah kerangka yang mulai terbentuk: stablecoin berfungsi sebagai pengalir nilai untuk transaksi agent, prediction market memproses penentuan harga informasi, sistem AI menjalankan trading dan operasi, sementara robot fisik memperpanjang siklus tersebut hingga ke dunia nyata. Ini bukan tentang satu proyek atau protokol — melainkan keyakinan tentang titik temu produktif antara kripto dan AI, tanpa bergantung pada siklus spekulasi seperti pada bull run sebelumnya.

Ada benang merah lain dalam AI yang terdesentralisasi. Sistem yang ada saat ini masih bersifat terpusat dan tidak transparan. Gagasan jaringan AI yang transparan, dapat diverifikasi, serta dikelola komunitas sangat sejalan dengan prinsip awal komunitas kripto — dan Goertzel beserta peserta lainnya menyoroti pertumbuhan proyek seperti itu sebagai bukti bahwa konvergensi memang sedang berjalan.

Siklus spekulasi murni mungkin tidak akan kembali. Tapi di acara Consensus Hong Kong, banyak pihak yang berpendapat bahwa AI memberikan alasan bagi aset kripto untuk tetap ada, bukan hanya sebagai instrumen trading. Hal ini mereka sampaikan secara bersamaan mulai dari panggung pemerintahan, ruang rapat exchange, hingga pertemuan venture capital. Ini adalah bentuk konsensus yang berbeda.

Peluang Pasar
Logo Hyperliquid
Harga Hyperliquid(HYPE)
$30.16
$30.16$30.16
+1.07%
USD
Grafik Harga Live Hyperliquid (HYPE)
Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.