Maya, bank digital berbasis Filipina dengan platform perdagangan kripto, sedang mempertimbangkan penawaran umum perdana (IPO) AS senilai hingga $1 miliar. Langkah ini diambil saat perusahaan bekerja dengan penasihat untuk pencatatan potensial, seperti dilaporkan oleh Bloomberg. IPO ini dapat memberikan akses ke kumpulan modal yang lebih dalam dan investor institusional.
Maya beroperasi di bawah lisensi perbankan digital dari Bangko Sentral ng Pilipinas dan menawarkan rekening tabungan, pinjaman, dan pembayaran melalui aplikasinya. Selain layanan perbankan inti, perusahaan menyediakan perdagangan cryptocurrency dalam kerangka regulasi. Dengan keterbatasan pencatatan teknologi skala besar di kawasan ini, IPO AS dapat membantu perusahaan memperluas basis investornya.
Masuknya perusahaan ke pasar AS terjadi saat aktivitas IPO di negara tersebut meningkat. Pada tahun 2025, IPO AS mengalami pemulihan, dengan 202 pencatatan mengumpulkan $44 miliar, menandai rekor tertinggi dalam empat tahun. Momentum ini dapat mendukung tujuan Maya untuk mengumpulkan modal substansial dari investor internasional.
Rencana IPO Maya menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana investor AS akan menilai bank digital berbasis Filipina dengan eksposur kripto. Nathan Marasigan, Partner di MLaw Office yang berbasis di Manila, menunjukkan bahwa waktu pencatatan akan bergantung pada kemampuan perusahaan untuk menyajikan kisah pendapatan yang stabil. Dia menambahkan bahwa investor saat ini menghargai prediktabilitas, profitabilitas, dan tata kelola yang kuat dibandingkan sekadar potensi pertumbuhan.
Investor mungkin berhati-hati jika eksposur kripto perusahaan tumbuh sebagai penggerak pendapatan yang signifikan. Pasar kripto sering menghadapi volatilitas yang lebih tinggi, yang dapat menyebabkan pengawasan regulasi yang lebih ketat. "Jika kripto menjadi sumber pendapatan utama, investor akan menerapkan lebih banyak kehati-hatian," kata Marasigan, menekankan pentingnya mengelola risiko dalam lingkungan ini.
Meskipun ada manfaat potensial dari pencatatan AS, Maya masih menghadapi tantangan signifikan di Filipina. Menurut Paolo Lising, peneliti di Sora Ventures, infrastruktur keuangan negara tersebut masih kurang berkembang. Meskipun pembayaran digital dan adopsi kripto meningkat, mereka melampaui literasi keuangan dan kapasitas regulasi.
IPO AS dapat membantu mengatasi masalah likuiditas dan pendanaan, tetapi meningkatkan operasi di Filipina adalah tantangan lain. Lising menekankan bahwa pertumbuhan Maya harus sejalan dengan infrastruktur yang sadar risiko di Filipina agar berkelanjutan dalam jangka panjang. "Tantangan sebenarnya adalah mengembangkan sistem keuangan yang dapat diskalakan di negara tersebut," katanya.
Meskipun ada hambatan ini, IPO AS Maya dapat menjadi landasan untuk infrastruktur pembayaran digital yang lebih luas di Filipina. Langkah potensial ini menyoroti minat yang berkembang terhadap solusi blockchain dan cryptocurrency di negara tersebut, dan kemampuan perusahaan untuk menavigasi kompleksitas ini dapat terbukti penting bagi kesuksesan masa depannya.
Postingan Bank Digital Filipina Maya Bidik IPO AS $1 Miliar untuk Pertumbuhan Global pertama kali muncul di CoinCentral.


