PIPPIN telah memasuki fase volatil setelah gagal mempertahankan breakout terbarunya. Altcoin ini sempat reli tajam namun kemudian mengalami koreksi, sehingga banyak pembeli baru yang kini merugi.
Aksi harga sekarang mengancam untuk menginvalasi proyeksi breakout 221% dari pola broadening descending wedge.
Data saldo exchange menunjukkan adanya akumulasi signifikan setelah rekor harga tertinggi baru-baru ini. Sejak puncaknya tiga hari lalu, investor telah membeli sekitar 16,6 juta PIPPIN. Pada valuasi saat ini, transaksi beli ini bernilai sekitar US$7,7 juta.
Pola akumulasi ini bukan hal baru. Data historis memperlihatkan bahwa holder PIPPIN seringkali membeli secara agresif saat harga mendekati puncaknya. Saat harga turun, panic selling biasanya terjadi. Perilaku yang sama juga muncul saat lonjakan harga di akhir Januari dan lonjakan Oktober 2025.
Ingin mendapatkan insight token seperti ini? Daftar ke Newsletter Kripto Harian Editor Harsh Notariya di sini.
Siklus seperti ini biasanya menghambat pemulihan yang berkelanjutan. Pembeli awal menumpuk di level tinggi namun kemudian keluar saat koreksi. Bila harga terus melemah, tekanan jual bisa makin besar. Pola seperti ini meningkatkan potensi volatilitas baru dalam waktu dekat.
Indikator momentum memberi sinyal kehati-hatian. Money Flow Index saat ini berada di atas 80,0, menandakan PIPPIN sudah masuk area overbought. Angka tinggi seperti ini biasanya mendahului fase penurunan karena arus modal mulai melambat.
Ketidakpastian market secara umum juga memperbesar risiko. Tanpa arah yang jelas dari aset kripto utama, altcoin spekulatif sering kesulitan mempertahankan reli. Namun, bila para holder belum agresif mendistribusikan aset, pembalikan tren besar sepertinya akan tertunda dan tidak langsung terjadi.
Metode HODLer Net Position Change menunjukkan outlook yang campur aduk. Holder jangka panjang masih terus akumulasi, yang tampak dari bar hijau yang konsisten. Walaupun kemiringannya menurun, net buy tetap terjadi.
Dukungan yang berkelanjutan ini sangat penting. Jika holder PIPPIN jangka panjang mulai mendistribusi, risiko penurunan harga bakal cepat meningkat. Pergeseran dari akumulasi ke penjualan bisa mempercepat kerugian dan menegaskan kendali bearish atas tren.
PIPPIN sebelumnya berhasil breakout dari pola broadening descending wedge. Pola tersebut memproyeksikan potensi kenaikan hingga 221%. Namun, aksi harga saat ini menandakan breakout itu berisiko gagal bila support tidak mampu bertahan.
Bila dukungan dari holder jangka panjang bisa membuat token tetap stabil, PIPPIN dapat memantul dari zona support US$0,449. Rebound yang konsisten bisa mendorong harga menuju US$0,600. Jika dorongan kuat berlanjut, harga berpeluang retest all-time high di US$0,772 dan menutup kerugian baru-baru ini.
Di sisi lain, risiko penurunan masih cukup besar. Banyak investor yang membeli di all-time high kini menanggung rugi sekitar 40%. Bila panic selling kembali terjadi, PIPPIN bisa saja turun di bawah US$0,449. Penurunan ke area US$0,372 akan membatalkan pola bullish dan menegaskan skenario breakdown.


