Modal institusi mulai mengalir ke pasar digital. Tapi, mereka tidak memburu altcoin spekulatif, melainkan mengincar tokenisasi, kustodi, dan infrastruktur on-chModal institusi mulai mengalir ke pasar digital. Tapi, mereka tidak memburu altcoin spekulatif, melainkan mengincar tokenisasi, kustodi, dan infrastruktur on-ch

Institusi Tidak Membeli Aset Kripto, Mereka Membeli Infrastruktur

2026/02/19 06:38
durasi baca 3 menit

Modal institusi mulai mengalir ke pasar digital. Tapi, mereka tidak memburu altcoin spekulatif, melainkan mengincar tokenisasi, kustodi, dan infrastruktur on-chain.

Inilah pesan utama dari panel BeInCrypto Digital Summit terbaru, di mana para eksekutif dari berbagai exchange, infrastruktur, dan platform tokenisasi berdiskusi tentang bagaimana keuangan tradisional mendekati aset kripto.

Diskusi ini menghadirkan Federico Variola, CEO Phemex; Maria Adamjee, Global Head of Investor Relations and Market Structure di Polygon; Jeremy Ng, Founder dan CEO OpenEden; serta Gideon Greaves, Head of Investment di Lisk. 

Eksposur Operasional, Bukan Spekulasi

Maria Adamjee, Global Head of Investor Relations and Market Structure di Polygon, mengatakan bahwa institusi kini tak lagi memperdebatkan apakah aset kripto layak masuk portofolio. Saat ini, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana menentukan porsinya.

Namun, dia menegaskan bahwa sebagian besar manajer aset besar tidak langsung mengambil risiko saldo modal atas token yang volatil. Sebagai gantinya, mereka mencari “eksposur operasional” melalui tokenisasi, kustodi, dan penyelesaian on-chain.

Dengan kata lain, mereka membeli akses ke infrastruktur, bukan berspekulasi atas fluktuasi harga.

Keyakinan Masih Diuji

Federico Variola, CEO Phemex, menyuarakan nada yang lebih hati-hati. Ia mempertanyakan apakah institusi benar-benar telah berkomitmen untuk jangka panjang.

Ia memperingatkan bahwa antusiasme saat ini bisa saja tidak bertahan jika terjadi penurunan berkepanjangan. “Jika kita memasuki periode bear yang lebih lama, mungkin minatnya tidak akan sebesar yang kita lihat sekarang,” tutur dia.

Hal itu menimbulkan pertanyaan krusial. Apakah institusi membangun alokasi strategis, atau mereka hanya sekadar berjaga dari disrupsi dengan membatasi risiko?

Tokenisasi Sebagai Jembatan

Jeremy Ng, founder sekaligus CEO OpenEden, berpendapat bahwa kasus paling kuat untuk institusi ada pada aset dunia nyata yang ditokenisasi.

Ia menyoroti semakin besarnya partisipasi hedge fund di kripto dan peningkatan rencana eksposur hingga 2026. Ia juga menekankan bahwa tokenisasi menjawab persoalan praktis: biaya.

Bagi institusi, ini lebih soal efisiensi, bukan ideologi.

Gap Struktur Pasar

Namun, hambatan struktural masih tetap ada.

Akibatnya, alokasi institusi condong kuat ke Bitcoin, Ethereum, dan aset infrastruktur. Pasar altcoin secara umum masih kekurangan kerangka penilaian yang diandalkan keuangan tradisional.

Tanpa model pendapatan dan akumulasi nilai yang jelas, banyak token gagal lolos due diligence institusi.

Lebih Sedikit Token, Lebih Banyak Bisnis Nyata?

Variola mengakui bahwa industri sendiri turut bertanggung jawab. Menurut dia, exchange seringkali terlalu agresif dalam memasarkan listing baru.

Adamjee dari Polygon juga setuju bahwa insentif saat ini justru mendorong penerbitan token secara massif. Exchange mendapatkan biaya dari setiap listing, sehingga ada ketegangan antara pertumbuhan dan kontrol kualitas.

Dinamika seperti itu menyulitkan adopsi institusi. Manajer aset besar butuh transparansi, pendapatan stabil, dan struktur pasar yang terduga.

Utamakan Infrastruktur

Secara keseluruhan, pesan panel ini cukup jelas. Institusi tidak serta-merta mengadopsi kultur kripto seluruhnya. Mereka justru mengintegrasikan blockchain demi meningkatkan efisiensi.

Mereka lebih memilih aset low-volatility, instrumen teregulasi, serta versi tokenisasi dari produk tradisional. Mereka membangun eksposur pada infrastruktur dasarnya.

Untuk saat ini, infrastruktur dan tokenisasi menjadi fokus utama, sedangkan token spekulatif masih tertinggal.

Fase berikutnya dari adopsi institusi mungkin tak lagi bergantung pada siklus harga, melainkan lebih pada apakah kripto bisa membangun bisnis yang familier bagi modal tradisional — lengkap dengan pendapatan, struktur, dan akuntabilitas yang memadai.

Peluang Pasar
Logo Decentraland
Harga Decentraland(MANA)
$0.09828
$0.09828$0.09828
-3.02%
USD
Grafik Harga Live Decentraland (MANA)
Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.