Perusahaan peminjaman aset digital Ledn telah menyelesaikan transaksi pertama di pasar utang berbasis aset, dengan menjual obligasi sekuritisasi senilai US$188 juta yang dijamin oleh Bitcoin (BTC).
Perkembangan ini muncul saat pasar peminjaman menghadapi situasi yang sangat fluktuatif. Pinjaman aktif kini turun ke sekitar US$30 miliar, dan risiko likuidasi makin meningkat karena penurunan harga yang terus menerus.
Bloomberg, mengutip sumber yang mengetahui persoalan ini, melaporkan bahwa transaksi tersebut terdiri dari dua obligasi. Salah satu bagian, yang berperingkat investment-grade, diperdagangkan dengan spread sebesar 335 basis poin di atas suku bunga acuan.
Berdasarkan laporan dari S&P Global Ratings, obligasi tersebut dijamin oleh jaminan berupa 4.078,87 Bitcoin. Nilai pasar wajarnya sekitar US$356,9 juta.
Pinjaman-pinjaman itu membawa rata-rata suku bunga sebesar 11,8%. Jefferies Financial Group Inc. menjadi manajer utama, agen strukturisasi, sekaligus pembeli perdana dalam transaksi ini.
Selain Ledn, Coinbase juga memperluas langkahnya di peminjaman aset kripto berbasis jaminan. Dalam update terbaru, exchange tersebut menyatakan bahwa pengguna kini bisa meminjam hingga US$100.000 dalam USDC, stablecoin yang diterbitkan oleh Circle, dengan menjaminkan XRP (XRP), Cardano (ADA), Dogecoin (DOGE), atau Litecoin (LTC) melalui protokol decentralized finance Morpho.
Layanan ini tersedia di seluruh Amerika Serikat, kecuali New York, menurut perusahaan.
Hal ini hadir di saat penting bagi sektor peminjaman kripto, yang kini menyusut secara signifikan karena pelemahan pasar yang lebih luas. Berdasarkan data dari TokenTerminal, per Februari 2026, total pinjaman aktif di seluruh protokol lending sekitar US$30 miliar, turun 36% dari puncak September yang sempat mencapai US$46,96 miliar.
Penurunan ini terjadi berbarengan dengan tren turun berkelanjutan di pasar aset kripto sejak Oktober, yang diduga makin mempercepat kontraksi. Harga aset yang turun membuat nilai jaminan dalam dolar juga menyusut, sehingga kapasitas peminjaman ikut menyempit dan berkontribusi pada likuidasi ataupun deleveraging secara sukarela.
Situasi ini menekan saldo pinjaman yang beredar, serta otomatis menurunkan total value locked bila dihitung dalam nilai USD. Volatilitas yang tinggi juga menambah tekanan pada posisi leverage, memperkuat penurunan jumlah pinjaman aktif.
Pada saat yang sama, total value locked di seluruh protokol pinjaman juga turun dari lebih dari US$89,7 miliar pada Oktober menjadi sekitar US$52 miliar, menurut DefiLlama. Penurunan ini sekitar 42%.
Penurunan ini mencerminkan baik depresiasi harga aset maupun arus keluar modal, karena kondisi pasar yang melemah telah menurunkan minat risiko, menekan permintaan pinjaman baru, dan membuat pengguna memilih untuk deleverage atau berpindah ke aset berisiko lebih rendah.


